Laporan : Hidayat Mokambu (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba
KABUPATEN GORONTALO [KP] – Salah seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Gorontalo, keluhkan metode pembelajaran via online.
Menurutnya, hal ini tidak akan membuat pola pikir anaknya menjadi berkembang, terlebih lagi dirinya tidak mempunyai latar belakang mengajar untuk mendampingi anaknya saat melakukan pembelajaran secara daring.
“Apalagi, saat pembelajaran online berlangsung, saya sangat kesulitan untuk membagi waktu antara melakukan pekerjaan rumah atau mendampinginya,” ucap Elin Jafar yang merupakan orang tua dari Sulisyawati Otoluwa kelas 2 SDN 4 Telaga Jaya.
Dan apabila saya membiarkan dirinya belajar sendiri, hal yang tidak mungkin anak sekecil itu bisa mengoperasikan sebuah handphone.
“Jadi intinya, saya sangat kesulitan,” tambahnya lagi.
Sementara itu, Sunarsi Saleh yang juga merupakan orang tua dari Nurain Salasa, siswi kelas I SDN 4 telaga jaya pun keluhkan hal yang sama.
“Kadang, uang yang seharusnya dibelikan beras harus di ikhlaskan untuk membeli pulsa, karena mau tidak mau anak saya akan ketinggalan pelajaran, apalagi kalau datanya sudah habis dan saya tidak punya uang terpaksa harus mencari tempat yang punya jaringan wifi, ini yang menjadi kendala kami, dan dari pihak sekolah tidak memberikan fasilitas berupa internet untuk anak-anak kami,” keluhnya
Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SDN 4 Telaga Jaya, Teny Dj. Machmud mengatakan keluhan dari orang tua tersebut sudah diterima oleh pihak sekolah.
βIya, orang tua sempat mengeluhkan hal tersebut. Tapi kami dari pihak sekolah termasuk komite tidak siap untuk membuka sekolah, selain belum ada interuksi dari Dinas Pendidikan, pembelajaran tatap muka di serahkan kepada kesiapan masing-masing sekolah untuk bertanggung jawab sepenuhnya,” ujarnya.
Dirinya juga menambahkan bahwa saat ini pihak sekolah juga turut prihatin dengan kondisi siswa-siswa di tengah pandemi seperti ini.
βKami paham apa yang dikeluhkan orang tua pak, jadi kami siasati untuk membagi peserta didik ke beberapa kelompok belajar. Nanti setiap hari, guru-guru yang akan mendatangi kelompok tersebut untuk diajar secara tatap muka,” tambahnya lagi.
Dan untuk fasilitas berupa internet, pada tahap 1 kemarin sudah dibagikan voucher pulsa kepada masing-masing siswa melalui anggaran dana BOS.
“Karena mendengar informasi metode pembelajaran di sekolah akan dilakukan secara tatap muka, kami dari pihak sekolah sudah tidak lagi menyusun RAB (Rincian Anggaran Belanja) tahap II, namun ternyata, metode daring ini masih berkepanjangan,” Tuntasnya #[KP].







