MERASA TIDAK DILIBATKAN DALAM PENGELOLAAN LAHAN PTPN XII NGRANGKAH SEPAWON, WARGA DESA SATAK KECEWA

Selasa, 19 Mei 2020
Ketua LMDH Budi Daya Eko Cahyono
Dengarkan dgn suara Siap
8.7K pembaca

Laporan : Didik S (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba

KEDIRI [KP] – Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri merasa kecewa dengan sistem pengelolaan lahan ratusan hektare milik PTPN XII Ngrangkah Sepawon.

Ketua LMDH Budidaya Desa Satak, Eko Cahyono menjelaskan, selama ini warga Satak merasa terabaikan dalam pengelolaan lahan dikarenakan masyarakat luar Desa Satak yang mengelolah. Bahkan tenaga kerja pun dari luar Desa Satak.

“Warga Desa Satak selama enam tahun hanya sebagai penonton saja dan tidak dilibatkan sama sekali dalam pengelolahan lahan, alhasil, kami hanya mendapatkan dampak negatif dari pengelolaan lahan tersebut,”kata Eko Cahyono, Senin (18/05/2020).

Menurut Eko, dalam pengelolaan perkebunan negara saat ini sudah beralih fungsi. Dimana sekarang yang ditanam dilahan tersebut yakni, nanas dan tebu.

“Setahu saya kalau perkebunan itu yang ditanam kopi, karet dan coklat, tapi sekarang tidak. Hanya ada beberapa pohon karet saja yang berada dipinggir,”tambah Eko.

Lanjut Eko, petani di Desa Satak berharap agar bisa mengelola area perkebunan tersebut  dan PTPN XII Ngrangkah Sepawon prioritaskan warga sekitar dalam pengelolaan lahan milik negara.

“Petani di Desa Satak hanya ingin bisa menggarap lahan perkebunan tersebut. Dikarenakan sudah bertahun – tahun belum pernah diberikan kesempatan untuk mengelola,”imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Satak, Linawati saat ditemui kabarpublik.id membenarkan terkait dengan kekecewaan warganya yang tidak dilibatkan. Selama ini, pihak Perhutani yang memperbolehkan warga Satak untuk menggarap lahannya, sehingga kondisi perekonomian warga teratasi. Sementara sejauh ini hanya sedikit petani di Desa Satak yang ikut menggarap atau mengelola lahan PTPN XII dengan model KSU perorangan

“Selama saya menjabat menjadi Kepala Desa Satak tidak ada kontribusi apapun yang diterima Pemerintah Desa dari pihak Perkebunan. Kami Pemerintah Desa berharap agar ada solusi dan keharmonisan antara pihak Perkebunan dan Pemerintah Desa,” kata Linawati.#[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.