Laporan : Ahmad R Idin (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba
HALUT [KP] – Pasca Deklarasi Berdirinya Komunitas Penjeladjah Anarki Kabupaten Halmahera Utara pada, Eabu, 01 Juli 2020, Komunitas Penjeladjah Anarki langsung turun tangan dengan gerakan nyata melalui pembersihan lingkungan di Desa Togoliua kecamatan Tobelo Barat dengan cara memungut sampah, Jumat (03/07/2020).
Gerakan pungut sampah yang bertakjub Pejalan Bergerak, Komunitas Penjeladjah Anarki memungut sampah sebayak 13 Karong yang dilakukan diwilayah RT 01 dan RT 02 Desa Togoliua.
Sekretaris Pembina Komunitas Penjeladjah Anrki, Fahli Rorano, saat ditemui berharap bahwa warga desa Togoliua tak lagi membuang sampah secara sembarangan yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan dan Lingkungan.

“Desa Togoliua saat ini banyak diguluti sampah organik maupun non organik, di sungai, pekarangan rumah warga, dan bahkan di depan poros jalan raya, harapan kami ke depan Pemerintah Desa Togoliua juga dapat melihat hal ini sehingga dapat mengeluarkan Himbauwan ataupun Berupa Peraturan Desa agar persoalan sampa dapat teratasi secara baik,” terang Fahli Rorano.
Fahli juga menambahkan bahwa semoga pada APBDes tahun 2021 nanti Pemerintah Desa Togoliua dapat menganggarkan pengadaan tempat sampah sehingga, setiap warga dapat membuang sampa pada tempatnya.
“Selain pemerintah Desa kami juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara juga dapat memperhatikan persoalan sampah di desa-desa bukan saja hanya sekitaran pusat Kota,” tegas Fahli.
Disisi yang lain juga Leader Komunitas Penjeladjah Anrki, Ariyanto Sudarpo, menerangkan bahwa gerakan pungut sampah ini sudah menjadi sebuah kewajiban bagi setiap pejalan yang memutuskan mencintai alam.
“Bumi Indonesia ini indah, maka sebagai pemuda yang mengaku mencintai bangsa ini sebagaimana setiap kali diucapkan dalam proses menyanyikan lagu Indonesia raya, sudah sepatutnya menjaga keindahan itu dari berbagai aspek termaksud sampah yang sedang bertebaran,” tutup Leader Komunitas Penjeladjah Anrki.#[KP]






