Linda Susanti Serahkan Dokumen Tambahan ke Bareskrim Terkait Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Selasa, 9 Des 2025
Penasehat Hukum Deolipa Yumara bersama kliennya, Linda Susanti, mendatangi Bareskrim Polri pada Selasa siang (9/12/25). (kabarpublik.id)
Dengarkan dgn suara Siap
17K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Kuasa Hukum Deolipa Yumara bersama kliennya, Linda Susanti, kembali mendatangi Bareskrim Polri pada Selasa (9/12/25) sekitar pukul 14.00 WIB. Keduanya hadir untuk menyerahkan dokumen tambahan dan memberikan klarifikasi lanjutan terkait laporan dugaan penyalahgunaan wewenang dan pemerasan yang diduga melibatkan oknum di beberapa institusi penegak hukum.

Usai bertemu penyidik Satgas Tipikor Mabes Polri, Deolipa menyampaikan bahwa penyidik sedang mendalami materi awal laporan, termasuk rekaman CCTV dari sejumlah lokasi.

“Penyelidik sedang menelaah seluruh fakta. CCTV di Bank BCA Millennial Cabang Tebet dan CCTV di lingkungan KPK juga akan diperiksa karena jejak kegiatan Bu Linda sejak 2024–2025 berkaitan dengan kasus ini,” ujar Deolipa.

Ia menambahkan bahwa dokumen terkait Safe Deposit Box (SDB), surat panggilan pemeriksaan, dan administrasi lain sudah diserahkan sebagai bagian dari laporan resmi.

Linda menjelaskan bahwa persoalan bermula ketika ia menerima cicilan utang berupa emas dan dolar dari seseorang bernama Ahmad Sulaiman. Dalam pemeriksaan di Polda, ia mengaku sempat mendapat permintaan maaf dari penyidik karena laporan terhadap dirinya dinilai hanya aduan biasa.

Linda mengungkapkan bahwa penggeledahan kantornya pada 1 April 2024 oleh tim KPK awalnya hanya bertujuan memeriksa dokumen. Namun proses lanjutan membuatnya diminta menunjukkan lokasi penyimpanan emas tersebut.

“Saya bilang emasnya disimpan di SDB BCA. Setelah itu baru saya tahu bahwa rekening dan SDB saya diblokir tanpa dasar yang jelas. Ada tiga oknum dari KPK, Polda, dan BCA yang menurut saya bekerja sama,” kata Linda.

Ia juga menuding adanya upaya mengarahkan agar dirinya dijadikan tersangka, termasuk dugaan pengambilan SDB untuk negosiasi di kawasan Widya Chandra. Linda mengklaim pernah ditawari pengembalian 20 persen aset jika bersedia menghentikan perkara.

Lebih jauh, ia mengaku mengalami intimidasi berupa upaya perusakan mobil, percobaan penyerangan, hingga dugaan penyiraman air keras, baik di Jakarta maupun Singapura.

“Saya mohon Dewas KPK, Kapolri, Presiden, dan Komisi III DPR memanggil kedua belah pihak. Saya tidak menyerang lembaga, hanya meminta oknum-oknumnya ditindak,” tegas Linda.

Ia memastikan seluruh aset yang disengketakan memiliki dokumen waris lengkap.

Deolipa menegaskan bahwa laporan mereka bukan ditujukan kepada institusi manapun.

“Kami ingin menjaga agar KPK tidak rusak oleh ulah oknum. Laporan sudah kami sampaikan kepada Kabareskrim, Kapolri, Irwasum, Propam, Kejaksaan Agung, Komisi III DPR, dan Dewas KPK,” ujarnya.

Pihaknya siap mengikuti seluruh proses klarifikasi, termasuk jika Komisi III DPR mengadakan RDP.

Bareskrim Polri memastikan proses penyelidikan masih berjalan. Semua data yang diserahkan akan diverifikasi sesuai prosedur.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan klarifikasi kepada Dewas terkait aduan Linda.

Asep membantah adanya penyitaan emas atau aset bernilai besar seperti yang dituduhkan.

“Yang kami sita hanya dokumen. Tidak ada barang atau aset seperti yang diberitakan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa uang yang disebut disita bukan berasal dari KPK.

Asep menjelaskan bahwa dalam penggeledahan, penyidik menemukan laporan polisi mengenai dugaan penipuan yang melibatkan Linda, termasuk pemberian dolar dan lima batang emas masing-masing seberat satu kilogram.

“Kami menemukan dokumen yang menyebut seseorang memberikan uang dolar dan lima emas batangan. Itu yang tercatat,” ujarnya.

KPK mendorong Polda Metro Jaya menuntaskan laporan tersebut karena berkaitan dengan klaim Linda mengenai penyitaan aset.

KPK memilih menunggu proses klarifikasi di Bareskrim dan telah menyiapkan dokumen pendukung.

“Semua tindakan penyidik KPK, termasuk penggeledahan, dilakukan sesuai SOP dan disertai berita acara,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.