Lewat Festival Bertutur Upaya Banten Lestarikan Legenda Daerah

Minggu, 17 Mei 2026
Gubernur Banten, Andra Soni, memberikan sambutan pada kegiatan Festival Bertutur Cerita Rakyat di Kota Serang, Banten, Minggu (17/5/2026). ANTARA
Dengarkan dgn suara Siap
5.6K pembaca

SERANG  (Kabarpublik.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bekerja sama dengan Suara Nusantara melestarikan cerita legenda lokal melalui Festival Bertutur Cerita Rakyat guna memperkuat pendidikan karakter, literasi, dan kepercayaan diri generasi muda.

Gubernur Banten Andra Soni di Serang, Minggu, menyampaikan apresiasinya terhadap acara yang berhasil menarik sekitar 500 peserta dari tingkat SD, SMP, SMA hingga kategori umum tersebut.

“Luar biasa, maksud dan tujuan kegiatannya tampak jelas. Akhirnya kita bisa tahu legenda di wilayah kita sendiri. Selama ini kita mungkin hanya tahu cerita seperti Malin Kundang atau Joko Kendil, tapi sekarang kita jadi tahu sejarah legenda Batu Kuwung, asal-usul Sukacai hingga nama Pandeglang,” kata Andra.

Menurut Gubernur, keberanian anak-anak untuk tampil di atas panggung dengan penuturan yang baik membuktikan bahwa para guru di sekolah telah berhasil memasyarakatkan kegiatan literasi dan budaya. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah provinsi, kabupaten dan kota dapat terus merespons positif dengan memperbanyak ajang serupa.

Atas usulan Ketua DPRD, Pemprov Banten berencana mengadopsi konsep festival penuturan cerita ini untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Banten ke depan. Gubernur juga menyoroti besarnya potensi festival budaya ini terhadap pergerakan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

“Setidaknya dari 500 peserta yang hadir didampingi oleh orang tua maupun guru-gurunya, bisa dibayangkan berapa jumlah massa yang bergerak,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Suara Nusantara, Cahaya Manthovani menjelaskan bahwa Banten dipilih sebagai lokasi kedua setelah DKI Jakarta, karena kedekatan geografis dan pengalaman masa lalunya berbisnis di wilayah tersebut. Ia mengapresiasi dukungan penuh dari Pemprov Banten atas terselenggaranya acara ini.

“Dongeng sangat penting, karena melatih kita bertutur kata menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, peserta dilatih untuk membaca, memahami dan menghafal, yang pada akhirnya akan membentuk kepercayaan diri yang kuat,” papar Cahaya.

Setelah sukses digelar di Jakarta dan Banten, Cahaya memastikan bahwa Festival Suara Nusantara akan menjadi agenda rutin, dengan Jawa Barat sebagai target lokasi penyelenggaraan selanjutnya. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.