Laksanakan Pelatihan Pandu, Begini Penyampaian Kepala Dinkes Ternate

Kamis, 14 Des 2023
Dengarkan dgn suara Siap
6.1K pembaca

MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate, Maluku Utara, melaksanakan pelatihan pelayanan terpadu atau Pandu Penyakit Tidak Menular (PTM) di Fasilitasi Tingkat Pertama (FKTP), di Surya Pagi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Dr. Fathiyah Suma menyebutkan, pembangunan bidang kesehatan di Indonesia dihadapkan pada Triple Burden, yaitu suatu keadaan dimana angka kesakitan dan kematian yang disebabkan Penyakit Tidak Menular atau PTM cenderung meningkat, dan sekaligus menghadapi tantangan penyakit-penyakit yang muncul kembali atau muncul penyakit- penyakit baru.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

“Perubahan pola penyakit tersebut sangat dipengaruhi antara lain, perubahan lingkungan, perilaku masyarakat, transisi demografi, social ekonomi, dan social budaya,” ucapnya kepada Kabarpublik.id, Kamis, 14 Desember 2023.

Diungkapkan, data Riset Kesehatan Dasar atau Riskesda Tahun 2018 menyebutkan bahwa faktor resiko PTM merokok 29,3 persen, aktivitas fisik kurang sebesar 33,5 persen, kurang makan buah sayur 95,5 persen, dan obesitas sentral 31 persen. Kemudian tren PTM pada tahun 2018 untuk stroke 10,9 persen, gagal ginjal kronis 3,8 persen, diabetes mellitus 2 persen, Hipertensi 34,1 persen.

Sementara data kasus PTM Kota Ternate pada Januari hingga Oktober 2023, yaitu data kasus diabetes mellitus 1.308 orang, hipertensi 6.220 orang, Asma 58 orang, gangguan indra pendengaran 31 orang, PPOK 29 orang, penyakit Jantung Koroner 27 orang, gangguan indra penglihatan 37 orang, stroke 16 orang, kanker leher rahim 8 orang, kanker payudara 2 orang.

“Sedangkan kematian akibat PTM sebanyak 70 orang dari bulan Januari hingga Oktober 2023. Target global pencegahan dan pengendalian PTM pada tahun 2025, yaitu pertama, penurunan kematian akibat PTM sebesar 25 persen. Kedua, Penurunan konsumsi alkohol 10 persen,” sebutnya.

Ketiga, penurunan kurang aktivitas fisik 10 persen. Keempat, penurunan tekanan darah tinggi 25 persen. Kelima, penurunan konsumsi tembakau 30 persen. Keenam, peningkatan diabetes mellitus/ obesitas 0 persen. Ketujuh, penurunan asupan garam 30 persen.

“Kedelapan, cakupan terapi farmakologis dan konseling untuk pengobatan PTM 80 persen, dan kesembilan, cakupan terapi farmakologis dan konseling untuk mencegah serangan jantung dan stroke 50 persen,” sebutnya.

Fathiyah menjelaskan, tujuan dan sasaran setelah mengikuti pelatihan ini peserta mampu melakukan pelayanan terpadu PTM di FKTP sesuai pedoman, melakukan upaya pencegahan dan pengendalian PTM terpadu di FKTP, melakukan penanggulangan PTM terpadu di FKTP, dan melakukan surveilans terpadu PTM di FKTP.

“Kriteria peserta pelatihan pelayanan terpadu PTM di fasilitas kesehatan tingkat pertama adalah pengelola program PTMB, tenaga perawat/bidan di Puskesmas, dan minimal dalam dua tahun kedepan tidak akan pindah atau dimutasikan. Untuk jumlah peserta sebanyak 22 orang,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.