Laporan : Ifan Saluki
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] β Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo menggelar sosialisasi pendidikan pemilih di Lapas Perempuan Gorontalo, pada Senin (21/10/2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat, khususnya narapidana, dalam pemilihan gubernur, bupati, dan walikota yang akan datang.
Acara tersebut dihadiri oleh anggota KPU Provinsi Gorontalo, Opan Hamsah dan Risan Pakaya, serta Kepala Lapas Perempuan Gorontalo.
Dalam sambutannya, Opan Hamsah menjelaskan pentingnya hak suara bagi setiap individu.
“Setiap warga negara memiliki hak untuk memilih. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan semua pihak memahami proses pemilihan dan pentingnya suara mereka,” ungkapnya.
Risan Pakaya menambahkan bahwa sosialisasi ini juga memberikan informasi mengenai tata cara pemungutan suara serta prinsip-prinsip pemilihan yang bersih dan adil.
“Kami berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara berpartisipasi dalam proses demokrasi, meskipun dalam situasi yang berbeda,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Gorontalo menyambut positif inisiatif KPU ini. Ia mengapresiasi langkah KPU untuk memberikan pendidikan pemilih kepada para narapidana.
“Kami mendukung sepenuhnya kegiatan ini, karena pemahaman tentang hak suara adalah bagian penting dari proses reintegrasi sosial,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas saat mereka aktif bertanya dan berdiskusi selama sesi sosialisasi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mengajak mereka untuk merasa terlibat dalam proses demokrasi.
Melalui sosialisasi ini, KPU berharap warga di Lapas Perempuan Gorontalo dapat menggunakan hak suara mereka dengan bijak dan berpartisipasi secara aktif dalam pemilihan umum mendatang.
KPU Provinsi Gorontalo juga berencana untuk melanjutkan sosialisasi serupa di berbagai lembaga lain, agar pendidikan pemilih dapat menjangkau semua lapisan masyarakat dan menciptakan pemilu yang lebih partisipatif.





