News Update
Live Update Berita Terkini

KAMMI Jabar Dorong Sinkronisasi Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 25 Mei 2026
Editor: Eky
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia bersama Digdaya Indonesia dan Riset Resilien Nusantara menggelar forum diskusi strategis bertajuk “Jawa Barat Development Outlook: Menyelaraskan Grand Design Nasional, Daerah, dan Aspirasi Publik”. (Ist)
Dengarkan dgn suara Siap
15.8K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan 28 tahun Reformasi, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia bersama Digdaya Indonesia dan Riset Resilien Nusantara menggelar forum diskusi strategis bertajuk “Jawa Barat Development Outlook: Menyelaraskan Grand Design Nasional, Daerah, dan Aspirasi Publik”.

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah, akademisi, dan elemen kepemudaan untuk membahas arah pembangunan Jawa Barat menuju Indonesia Emas 2045.

Forum menghadirkan perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Barat, Ryan, akademisi sekaligus Tim Ahli Riset Resilien Nusantara Delpiero Hegelian, serta Ketua Umum KAMMI Jawa Barat, Aam Izus Salam.

Dalam paparannya, Bappeda Jawa Barat menyampaikan sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi daerah. Persoalan tersebut meliputi tingginya angka pengangguran akibat ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan industri, ketimpangan pembangunan wilayah utara dan selatan, kemiskinan, hingga ancaman krisis lingkungan dan urbanisasi.

Meski demikian, Jawa Barat dinilai memiliki potensi besar menjadi motor penggerak Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, investasi produktif, dan pembangunan berkelanjutan.

Delpiero Hegelian menilai Jawa Barat menjadi gambaran dinamika pembangunan nasional. Menurutnya, berbagai paradoks pembangunan masih terlihat, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang belum sepenuhnya menghadirkan keadilan sosial, industrialisasi yang masih menyisakan ketimpangan wilayah, hingga pembangunan yang berhadapan dengan daya dukung lingkungan.

“Pembangunan tidak boleh hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi dan proyek fisik semata, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan keadilan, kualitas hidup yang lebih baik, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Delpiero.

Sementara itu, Aam Izus Salam menegaskan momentum 28 tahun Reformasi harus dimaknai sebagai penguatan partisipasi publik dalam proses pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan masyarakat yang kuat dan berbasis kajian. Karena itu, KAMMI Jawa Barat bersama akademisi dan peneliti berupaya menghadirkan ruang diskusi sekaligus menyusun policy brief yang akan disampaikan kepada Bappeda Jawa Barat sebagai masukan dalam perumusan arah pembangunan daerah ke depan.

No More Posts Available.

No more pages to load.