Kadis P2PA dr. Yana Suleman : PUG Kunci Keberhasilan Pembangunan

BERITA, DAERAH, GORONTALO60 Dilihat

Laporan : Ifan Saluki
Editor : YR

GORONTALO [kabarpublik.id] – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, menegaskan pentingnya pengarusutamaan gender (PUG) dalam pembangunan.

Hal ini disampaikan dr. Yana Yanti Suleman dalam rapat pembentukan Tim Teknis PUG dan Evaluasi Realisasi Hibah Tahap I tahun 2024 yang digelar di Manna Cafe, Senin (03/06/2024).

Dalam paparannya, dr. Yana menekankan bahwa PUG merupakan kunci untuk meningkatkan keberhasilan pembangunan, khususnya dalam mencapai pertumbuhan penduduk yang seimbang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“PUG dapat memperbaiki segala aspek dan dimensi pembangunan. Penduduk sebagai modal dasar dan faktor dominan pembangunan harus menjadi titik sentral dalam pembangunan responsif gender,” ujar dr. Yana.

Ia menjelaskan bahwa dalam Instruksi Presiden (INPRES) nomor 9 Tahun 2000 mengamanatkan kepada Gubernur dan Bupati/Wali Kota untuk mengintegrasikan PUG dalam setiap tahap pembangunan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.

Untuk mempercepat pelembagaan PUG di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Gorontalo, telah dibentuk Pokja PUG Provinsi berdasarkan Permendagri nomor 67 tahun 2011 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan PUG di Daerah.

“Isu permasalahan gender yang multidimensional ini memerlukan upaya lintas sektor, melibatkan seluruh stakeholder secara terintegrasi melalui koordinasi serta konsolidasi program dan kegiatan pusat, daerah, hingga tingkat desa,” tambahnya.

Dari hasil PPE tahun 2023, ditemukan bahwa meskipun regulasi terkait PUG telah ada, namun belum semua daerah memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur secara rinci.

Selain itu, internalisasi PUG di lingkup internal masih perlu ditingkatkan, terutama melalui pelatihan SDM yang terkait dengan tugas dan fungsi mereka.

dr. Yana juga menekankan perlunya penetapan Gender Champions dalam SK Kepala Daerah dan penguatan fasilitator serta Pokja PUG yang sudah ada.

“Diperlukan pedoman teknis untuk memudahkan para perencana menyusun dokumen perencanaan jangka panjang, menengah, dan tahunan yang responsif gender,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam bidang penganggaran diperlukan pedoman teknis agar penyusunan anggaran tahunan lebih responsif gender. Walaupun jumlah SKPD yang memiliki Anggaran Responsif Gender (ARG) meningkat, kualitas dokumen ARG masih perlu ditingkatkan.

Pelaksanaan program PUG menunjukkan bahwa output kegiatan responsif gender belum sepenuhnya sesuai dengan yang diharapkan. Banyak UPTD PPPA belum menyediakan layanan yang memadai, dan program pendukung seperti PRISMA dan He for She belum dijalankan maksimal.

Selain itu, pemantauan penyelenggaraan PUG belum optimal dan perlu dilakukan secara berkala dengan hasil yang jelas dan terukur.

dr. Yana menekankan perlunya penguatan koordinasi antara anggota Pokja PUG yang dipimpin oleh kepala daerah. Operator dan pihak approval juga diminta untuk lebih teliti dalam melampirkan dokumen sesuai pedoman teknis.

Ia berharap hasil evaluasi PUG tahun 2023 dapat ditindaklanjuti dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pembangunan yang responsif gender di Provinsi Gorontalo.

“Dengan komitmen dan kerjasama yang kuat, diharapkan implementasi PUG di Provinsi Gorontalo dapat berjalan lebih efektif, mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan responsif terhadap isu gender,” tandasnya.

Rapat tersebut di buka oleh Sekertaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim. Turut hadir, perwakilan dari BKOW Provinsi Gorontalo, PIAD Provinsi Gorontalo, DWP Provinsi Gorontalo, Bappeda, Inspektorat, Badan Keuangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas PMD Dukcapil, dan Dinas Kominfo dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Gorontalo.

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar