GORONTALO (kabarpublik.id) – Setiap desa memiliki cerita tentang kelahirannya. Ada yang lahir dari bentang alam yang memisahkan, ada pula yang muncul dari kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang lebih dekat dan adil. Di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, cerita kelahiran ratusan desa baru tidak bisa dilepaskan dari satu nama: Ismet Mile.
Pada peringatan Hari Desa Nasional 2026 ini, namanya layak dikenang sebagai Pahlawan Pemekaran Desa, sosok yang membuka jalan bagi desa-desa untuk tumbuh, mandiri, dan berdaulat. Sebagaimana diketahui, pada saat terbentuk menjadi daerah otonom terpisah dari Kabupaten Gorontalo tahun 2003, Kabupaten Bone Bolango saat itu hanya memiliki 40 desa yang tersebar di 4 kecamatan. Kemudian Ismet Mile yang saat itu menjabat sebagai Penjabat Bupati Bone Bolango memekarkannya menjadi 160 desa yang tersebar di 18 kecamatan.
Desa dan Perjuangan Akses
Bagi Ismet Mile yang akhirnya terpilih sebagai Bupati pada Pilkada 2005, pemekaran desa bukan sekadar urusan administratif. Ia adalah perjuangan menghadirkan negara lebih dekat kepada rakyat.
Di wilayah Bone Bolango yang memiliki kondisi geografis beragam dari pesisir hingga pegunungan banyak warga desa yang selama bertahun-tahun harus menempuh jarak jauh untuk mengurus administrasi dasar, mengakses layanan kesehatan, atau sekadar menyuarakan aspirasi ke pusat Ibukota Bone Bolango yang terletak di Kecamatan Suwawa.
Situasi inilah yang dibaca dengan tajam oleh Ismet Mile. Dalam pandangannya, desa tidak boleh dibiarkan menjadi penonton pembangunan. Desa harus menjadi subjek, dengan kewenangan dan ruang yang cukup untuk mengatur rumah tangganya sendiri.
Ismet Mile dan Visi Pemekaran
Sebagai pemimpin daerah, Ismet Mile melihat pemekaran desa sebagai strategi pemerataan pembangunan. Namun, berbeda dari pendekatan yang serba tergesa, ia menekankan bahwa pemekaran harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar pemenuhan angka atau kepentingan politik.
Dalam berbagai kesempatan, ia mendorong dialog antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat desa. Musyawarah menjadi kunci. Dari sanalah lahir desa-desa baru yang tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga kuat secara sosial dan kultural.
Pemekaran desa di era kepemimpinannya membuka peluang besar: pelayanan publik menjadi lebih cepat, partisipasi masyarakat meningkat, dan ruang kepemimpinan lokal terbuka lebar. Banyak kepala desa baru lahir dari proses ini tokoh-tokoh akar rumput yang sebelumnya tidak pernah membayangkan dirinya memimpin wilayah administratif sendiri.
Dampak Nyata di Akar Rumput
Hari ini, desa-desa hasil pemekaran di Bone Bolango telah menunjukkan denyut kehidupan yang menjanjikan. Kantor desa berdiri lebih dekat dengan warga, program pembangunan lebih tepat sasaran, dan identitas lokal semakin kuat.
Lebih dari itu, pemekaran desa memberi rasa memiliki. Warga tidak lagi merasa terpinggirkan dari pusat pemerintahan. Mereka menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, dari perencanaan hingga pengawasan pembangunan.
Semua itu tidak lahir dalam semalam. Ia adalah hasil keberanian mengambil keputusan yang tidak selalu populer, namun berpihak pada masa depan desa. Di sinilah letak kepahlawanan Ismet Mile bukan dengan sorotan heroik, melainkan dengan kebijakan yang berdampak panjang.
Hari Desa Nasional 2026: Merawat Ingatan
Peringatan Hari Desa Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk merawat ingatan kolektif tentang perjuangan membangun desa. Desa bukan sekadar unit administratif, melainkan ruang hidup, ruang budaya, dan ruang harapan.
Mengingat Ismet Mile sebagai Pahlawan Pemekaran Desa bukan berarti mengultuskannya, tetapi menempatkan jasanya secara adil dalam sejarah pembangunan Bone Bolango. Bahwa pernah ada seorang pemimpin yang percaya desa adalah fondasi negara, dan bahwa memekarkan desa berarti memekarkan harapan.
Di tengah tantangan desa hari ini dari urbanisasi hingga transformasi digital semangat yang diwariskan Ismet Mile tetap relevan: keberpihakan pada rakyat, keberanian mendengar suara pinggiran, dan keyakinan bahwa desa yang kuat akan melahirkan daerah yang bermartabat.
Pada akhirnya, Hari Desa Nasional bukan hanya perayaan, tetapi pengingat. Bahwa pembangunan sejati dimulai dari desa, dan bahwa di Bone Bolango, jejak langkah itu pernah diperjuangkan dengan sungguh-sungguh oleh Ismet Mile yang kini telah mempimpin kembali Kabupaten Bone Bolango sebagai Bupati untuk periode 2025-2030.





