IHSG dibuka melemah 21,17 poin atau 0,36 persen ke posisi 5.914,98. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,80 poin atau 0,30 persen ke posisi 589,10.
“Indeks berpotensi menguji support 5.839, dengan pelemahan lanjutan membuka peluang menuju 5.805-5.774 yang merupakan area gap. Sebaliknya, apabila mampu berbalik menguat, IHSG berpeluang menguji level 5.973- 5.995, sebelum menuju 6.098 yang merupakan area EMA10,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari mancanegara, Liza mengatakan sentimen pasar global cenderung berhati-hati di tengah eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, meningkatnya kekhawatiran inflasi, serta penantian terhadap data ekonomi dan laporan keuangan emiten periode kuartal III-2026.
Ia menyebut saat ini investor mengantisipasi bahwa inflasi yang kembali meningkat dapat mempengaruhi arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
Dari AS, perhatian pelaku pasar tertuju pada laporan keuangan bank-bank besar untuk menilai kondisi sektor keuangan dan prospek ekonomi. Di sisi lain tekanan pada saham semikonduktor membebani indeks teknologi.
Sementara itu, ketegangan geopolitik meningkat seiring berlanjutnya serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina, termasuk fasilitas produksi gas, yang dinilai merusak gencatan senjata energi yang sebelumnya diumumkan Presiden AS Donald Trump.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina akan melanjutkan serangan terhadap target Rusia.
Dari kawasan Timur Tengah, situasi keamanan juga memburuk setelah Arab Saudi melaporkan serangan drone dan rudal jelajah lanjutan menyusul serangan mematikan di bandara Riyadh pada akhir pekan.
Koalisi pimpinan Arab Saudi turut melaporkan serangan yang berkaitan dengan kelompok Houthi di Yaman yang didukung oleh Iran. Serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran dan risiko gangguan pasokan energi global.
Selain itu, fokus pelaku pasar global juga tertuju pada The Fed menjelang publikasi data inflasi AS September 2026 yang berpotensi mempengaruhi keputusan suku bunga acuan berikutnya.
Pelaku pasar akan mencermati pernyataan para pejabat The Fed, diantaranya Christopher Waller, Tom Barkin, dan Susan Collins, untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek kebijakan moneter.
Dari kawasan Asia, pemerintah China terus berupaya menstabilkan pasar saham domestik, namun langkah tersebut belum cukup untuk mengangkat sentimen investor.
Sementara itu, pemerintah Malaysia mengumumkan anggaran 2027 yang turut mendukung momentum positif pasar saham domestik. Perkembangan kebijakan energi dan geopolitik juga menjadi perhatian karena berpotensi mempengaruhi inflasi global melalui pergerakan harga minyak.
Dari dalam negeri, Liza mengatakan pemerintah Indonesia didorong segera merealisasikan insentif fiskal yang lebih terarah bagi kelas menengah untuk menjaga daya beli di tengah kenaikan biaya hidup.
Meski anggaran perlindungan sosial dalam RAPBN 2027 naik menjadi Rp549,9 triliun dari outlook 2026 sebesar Rp500 triliun, efektivitasnya bergantung pada ketepatan sasaran.
Adapun, opsi kebijakan meliputi perluasan insentif PPh Pasal 21 DTP, bantuan iuran jaminan sosial, subsidi transportasi publik, serta peningkatan lapangan kerja produktif dan upah riil.
Selain itu, pemerintah menerbitkan PMK Nomor 71 Tahun 2026 yang berlaku sejak 2 Oktober 2026, dengan memprioritaskan pembayaran pokok utang pajak sebelum sanksi administratif.
Kebijakan tersebut diharapkan mempercepat pelunasan tunggakan, meningkatkan kepatuhan pajak, serta menjaga arus kas wajib pajak, khususnya UMKM. Namun, aturan tersebut bukan pemutihan pajak karena pokok utang tetap wajib dilunasi, sementara pengurangan atau penghapusan sanksi tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
Bursa Eropa kompak menguat pada penutupan Senin (12/10) kemarin, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,45 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,99 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,76 persen, dan indeks CAC 40 Prancis menguat 0,38 persen.
Sementara bursa Wall Street AS variatif pada penutupan Senin (12/10), diantaranya indeks S&P 500 melemah 0,06 persen ke level 7.807,24, indeks Nasdaq Composite melemah 0,44 persen ke 27.245,90, serta Dow Jones Industrial Average menguat 0,38 persen ke 51.850,55.
Bursa saham regional Asia pagi ini, indeks Nikkei melemah 0,10 persen ke 67.180,00, indeks Shanghai melemah 0,96 persen ke 3.760,96, indeks Kospi melemah 6,30 persen ke 5.982,17, indeks Hang Seng melemah 0,84 persen ke 24.066,50, dan indeks Straits Times menguat 0,42 persen ke 5.438,90. (ant)





