Laporan : Serman Tahala
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Pergelaran Karnaval Festival Walimah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriah di Kabupaten Boalemo berlangsung meriah pada Sabtu (08/10/2022) didepan Rumah Dinas Bupati Boalemo.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Penjabat Bupati Boalemo Hendriwan itu merupakan ide kreatif dari seorang Srikandi Boalemo yang saat ini menjabat sebagai definitif Assiten I Setda Boalemo sekaligus Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Boalemo Ir. Roswista Is Manto, M.Si.
Kepada media kabarpublik.id, Roswita menuturkan bahwa kegiatan Karnaval festival Walimah ini juga merupakan salah satu kegiatan untuk mendukung ivent Pesona Boalemo tahun 2022.
Dimana kata dia, dalam pelaksananan festival walimah ini Pemerintah Daerah dan masyarakat juga turut ikut mendukung pengembangan serta pelestarian adat, tradisi dan budaya daerah sebagai warisan leluhur yang akan dijaga bersama.

“Memang tradisi Walimah ini merupakan tradisi yang rutin kami laksanakan setiap tahun oleh masyarakat Gorontalo pada umumnya. Namun sejak tahun 2020 kemarin saat pandemi covid-19 melanda, masyarakat Boalemo merayakan maulid bersama-sama tanpa ada arak – arakan seperti biasanya. Dan Alhamdulillah untuk tahun ini kita bisa kembali merayakannya lagi,” ujar Kak Wita sapaan akrabnya itu.
Kak Wita juga menyebut dalam pelaksanaan perayaan festival Walimah ini pihaknya juga telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, diantaranya itu dari Pj Bupati Boalemo, Ketua DPRD, Sekda Boalemo, Ketua Dewan Adat Boalemo, dan para pimpinan OPD lainnya.
Dari dukungan inilah kata kak Wita, yang membuat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Boalemo menggelar festival secara meriah dengan ratusan Tolangga dan Toyopo yang dihiasi dengan kue adat kolombengi dan beragam jenis kue lainnya yang kemudian dibagikan kepada para pedzikir dan masyarakat setempat.
“Untuk itu, kami berharap agar budaya seperti ini tetap di lestarikan. Apalagi ini merupakan kearifan lokal sebagai daerah memiliki nilai-nilai budaya lokal masyarakat Gorontalo yang kental dengan tradisi keislaman yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadist dan kenal dengan “Adati Hulo-hulo’a to Sara’a, Sara’a Hulo-hulo’a to Kitabi” atau adat bersendikan syara’-syara bersendikan kitabullah,” tandasnya #[KP]






