JAKARTA (kabarpublik.id) – Pembalap Ducati Lenovo Team Francesco Bagnaia menyesalkan kegagalannya menyelesaikan balapan pada putaran kelima MotoGP Prancis 2026 setelah mengalami kecelakaan di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Minggu.
Bagnaia mengaku sebenarnya menjalani akhir pekan yang cukup positif karena mampu tampil kompetitif sejak awal sesi.
“Secara keseluruhan akhir pekan ini positif. Kami memulai dengan kuat dan mampu tampil cepat di setiap sesi sambil terus berkembang,” ujar Bagnaia dalam keterangan resmi Ducati, Senin.
Juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 itu memulai balapan dari posisi pole. Namun, ia sempat turun ke posisi kelima pada lap awal sebelum perlahan memperbaiki posisinya.
- Diskominfo dan Persandian Kota Gorontalo Masuk Daftar Top 20 Tim Cyber Drill Test
- Bupati Eka Putra Sampaikan Jawaban terhadap Pemandangan Umum Fraksi DPRD Atas Ranperda Perubahan APBD 2023
- Pimpin Upacara Hari Bakti PUPR ke-78, Gubernur Ingatkan Soal Ketelitian dalam Penggunaan Anggaran untuk Pembangunan
Pembalap asal Italia tersebut kemudian berhasil naik ke posisi kedua pada lap ketujuh dan mulai menekan pimpinan lomba, Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing.
Saat berusaha memangkas jarak dengan pemimpin balapan pada lap ke-16, Bagnaia kehilangan grip pada bagian depan motor di tikungan ketiga hingga akhirnya terjatuh dan gagal melanjutkan lomba.
“Kami masih bersaing untuk podium meski sempat mengalami sedikit masalah saat start. Saya terus mendorong kecepatan, tetapi bagian depan motor kehilangan grip. Hal seperti ini bisa terjadi,” katanya.
Akibat gagal finis di Le Mans, Bagnaia kini turun ke posisi kesembilan klasemen sementara MotoGP 2026 dengan koleksi 43 poin.
Sementara itu, Ducati Lenovo Team berada di posisi kelima klasemen tim dengan 100 poin, sedangkan Ducati menempati peringkat kedua klasemen konstruktor dengan 128 poin.
Seri berikutnya akan berlangsung pada MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Montmelo, Spanyol, mulai 15 Mei mendatang. (ANT)







