DP2PA Provinsi Gorontalo Sosialisasikan Upaya Pencegahan Cyberbullying dan Bullying di Medsos

BERITA, DAERAH, GORONTALO51 Dilihat

Laporan : Ifan Saluki
Editor : YR

GORONTALO [kabarpublik.id] – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, menyoroti isu serius mengenai kekerasan yang terjadi di dunia maya, terutama di platform media sosial seperti TikTok.

Dalam acara sosialisasi bertema “Persepsi Orang Tua Terhadap Anak Sebagai Pengguna Media Sosial – TikTok dalam Menjaga Harkamtibmas di Gorontalo”, dr. Yana mengungkapkan bahwa ada empat bentuk utama kekerasan yang perlu diwaspadai, yaitu kekerasan fisik, kekerasan non-fisik verbal seperti fitnah, gosip dan makian, kekerasan psikis berupa sinis dan ancaman.

“Kekerasan seksual dan pengabaian juga merupakan bentuk kekerasan yang sering kali terlupakan, namun dampaknya bisa sangat merugikan bagi perkembangan anak,” tambahnya.

Untuk menangani dan mencegah kekerasan di platform media sosial, langkah pertama yang harus dilakukan adalah meningkatkan edukasi dan kesadaran di kalangan masyarakat.

dr. Yana mengatakan bahwa upaya pencegahan kekerasan cyberbullying dan bullying di platform media sosial seperti TikTok memerlukan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, orang tua, sekolah, dan penyedia layanan media sosial.

“Kita perlu mengedukasi anak-anak sejak dini tentang bahaya dan dampak negatif dari cyberbullying dan bullying,” ujar dr. Yana.

Selain itu lanjut dr. Yana, peran orang tua juga sangat krusial dalam mengawasi aktivitas online anak-anak mereka. Sosialisasi yang dilakukan di Gorontalo juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak-anak saat menggunakan media sosial.

Orang tua didorong untuk memahami fitur-fitur pengaturan privasi dan keamanan di platform seperti TikTok, serta mengajarkan anak-anak cara menggunakannya.

“Kita perlu membangun komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak. Anak-anak harus merasa nyaman melapor jika mereka mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan di dunia maya,” kata dr. Yana.

Dalam upaya memperkuat pencegahan, pelatihan keterampilan sosial dan emosional bagi anak-anak dan remaja sangat diperlukan. Program-program pengembangan keterampilan ini bertujuan untuk membangun rasa empati dan kepedulian di kalangan anak-anak dan remaja. Mereka diajarkan cara mengatasi konflik dan tekanan teman sebaya dengan cara yang positif.

“Saya berharap melalui upaya bersama ini, kasus kekerasan di media sosial dapat ditekan,” harapnya.

Sosialisasi ini merupakan langkah awal dari serangkaian kegiatan yang akan terus dilakukan oleh Dinas P2PA Provinsi Gorontalo.

“Kami berkomitmen untuk terus mengedukasi dan melindungi anak-anak kita dari berbagai bentuk kekerasan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Masa depan anak-anak kita adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga mereka dengan baik,” tutup dr. Yana dengan penuh harap.

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Toewawa, Kabupaten Bone Bolango, pada Jumat (05/07/2024), ini menghadirkan salah satu pembicara atau narasumber dari Polda Gorontalo, yakni Kasubdit Bintibsos Dit Binmas Polda Gorontalo, AKBP Ardiansyah, SH. Materi yang dibawakan yakni presepsi orang tua terhadap anak sebagai pengguna media sosial – tiktok.

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar