DI UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA, PEJABAT BONE BOLANGO KENAKAN BUSANA ADAT NUSANTARA

Senin, 28 Okt 2019
Dengarkan dgn suara Siap
5.4K pembaca

Laporan: Rizky Umar (Jarber SMSI)
Editor: Mahmud Marhaba

BONEBOL [KP] – Pelaksanaan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019 di Kabupaten Bone Bolango terbilang menarik. Pasalnya, Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, mewajibkan seluruh peserta upacara mengenakan busana adat nusantara, atau pakaian adat dari berbagai daerah di belahan Indonesia.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Terlihat, Bupati Bone Bolango Hamim Pou yang bertindak sebagai inspektur upacara nampak mengenakan adat Biliu (Gorontalo), diikuti Wakil Bupati Kilat Wartabone, Ketua DPRD Halid Tangahu, Kajari Daniel Martua Hutagalung, dan Perwira Penghubung Kodim 1304 Gorontalo, kompak mengenakan pakaian adat Takowa yang juga pakaian adat Gorontalo.

Dipihak lain, ribuan ASN dan siswa-siswi yang mengikuti upacara Sumpah Pemuda, mengenakan beragam busana khas dari berbagai provinsi.

“Pada upacara Hari Sumpah Pemuda kali ini kami kompak menggunakan pakaian adat mulai dari pakaian adat Gorontalo, Padang, Aceh, Bugis, Lombok, Bali, Jawa, Bengkulu, Jogya, Riau, Sulbar, Bali, Batak, Sumatera, Nusa Tenggara Timur hingga Papua,” jelas Bupati Hamim usai melaksanakan upacara yang terpusat dilapangan Ippot Tapa, Senin (28/10/2019).

Ia mengungkapkan hal itu dilakukan guna memberi nuansa yang berbeda dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2019, termasuk mencerminkan kekayaan dan keberagaman suku bangsa di tanah air.

“Beginilah peringatan Hari Sumpah Pemuda ala kami di Bone Bolango. Kami mencoba untuk berubah, tidak boleh kaku, tidak boleh selalu yang biasa. Makanya hari ini saya imbau ASN, masyarakat, aparatur desa, mengenakan pakaian adat nusantara warna warni. Jadi tidak melulu harus pakai baju adat Gorontalo,” ungkap Hamim kepada sejumlah awak media usai  upacara.

Ia pun memberi apresiasi kepada seluruh peserta upacara baik dari ASN, yang kompak dengan busana nusantara ketika itu.

“Artinya kita sadar bahwa Indonesia adalah negara multi kultural, multi agama, multi bahasa, multi etnis. Namun di tengah-tengah keberagaman itu, inilah kekuatan kita untuk bersatu membangun Bone Bolango, membangun Provinsi Gorontalo dan membangun Indonesia.” tutupnya. # [KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.