Laporan : Ganjar Gandapraja (JMSI), Editor : Jumadi / Mahmud
KABUPATEN BANDUNG [KP] – Sekitar sepuluh meter dari Check Point Dangdeur Rancaekek Kabupaten Bandung berjejer dengan tertib beberapa kendaran angkutan kota (angkot) Trayek Cileunyi – Cicalengka, Trayek Majalaya – Jatinangor dan beberapa kendaraan Elf Bandung – Cicaheum sedang mengais penumpang.
Salah seorang sopir angkot Trayek Cileunyi – Cicalengka, Dono mengeluhkan sulitnya mendapatkan penumpang, sekalipun sewa harian kendaraan angkotnya sebesar Rp. 50.000 per hari dari yang sebelumnya sekitar Rp.150.000 per hari tetap saja tekor dan sering nombok.
“Keluar garasi jam 8 isuk-isuk, wayah sore kieu kakarak aya lima letereun bensin (Keluar garasi jam 8 pagi, sore hari baru habis bensin lima liter, red.),” katanya ketus kepada wartawan kabarpublik.id, Rabu (27/05/2020).
Ditempat terpisah Pedagang Bakso Tahu, Wawan warga RT 05 RW 01 Desa Bojongloa Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung mengaku sudah dua belas tahun berjualan baso tahu tidak jauh dari Check Point Rancaekek mengutarakan keluhan yang sama seperti Dono.
“Baru sekarang ini berjualan selama dua belas tahun sepi pembeli, turun sampai lima puluh persen, walau bagitu saya terus jalani, karena hanya dengan berjualan baso tahu saja saya dapat memberi makan anak istri,” keluhnya saat ditanya mengapa masih bertahan berjualan baso tahu. #*[KP-Jabar]





