Laporan : Muh. Yadi [JMSI]
Editor : Mahmud Marhaba
SUMEDANG [KP] – Geliat perekonomian seringkali lambat jika dibandingkan dengan ekonomi perkotaan, dengan memanfaatkan Sumber Daya Desa (SDD) atau Sumber Daya Kampung (SDK) secara optimal dengan cara yang sesuai dengan kondisi kebutuhan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Salah satu solusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan atau perkampungan, perlu mengembangkan kewirausahaan bagi masyarakat pedesaan atau perkampungan.
Hal tersebut bisa mengurangi dampak kemiskinan, migrasi penduduk dan pengembangan lapangan usaha. Kewirausahaan menjadi strategi dalam mengembangkan dan pertumbuhan kesejahteraan masyarakat.
Gerakan Wirausaha Muda (Garuda) Kabupaten Sumedang, salah satu komunitas desa (kampung) bergerak untuk menuju perubahan sosial ekonomi perkampungan. Apabila desa wirausaha menjadi gerakan massif, maka merupakan hal yang sangat mungkin mendorong perkembangan ekonomi pedesaan untuk mencapai kesejahteraan.

Ketua Gerakan Wirausaha Muda (Garuda) Sumedang Nana Mulyana, SE., MM mengatakan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat pihaknya telah menggandeng Dinakertrans Sumedang. Untuk menjalin kemitraan dalam berbagai sektor guna tercapainya tujuan menciptakan Kampung Wirausaha dimaksud untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Garuda dan MOS serta Disnakertrans Sumedang, Selasa (10/03/2020) melakukan seleksi pertama untuk menjaring calon wirausaha bertempat di Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Kegiatan seleksi tahap pertama tersebut untuk mendirikan calon Wirausaha Kampung untuk memproduksi topi dan tas.
Setelah melakukan seleksi Wirausaha Kampung, kepala Dinas Disnakertrans Asef Sudrajat, Ketua Garuda Nama Mulyana, Babinsa serta perangkat desa berkunjung ke salah satu konveksi tas milik Mae di Kampung Mekarbakti Pamulian Sumedang.
Kepala Dinas Disnakertrans Kabupaten Sumedang, Asef Sudrajat mengatakan, setelah hasil seleksi Wirausaha Kampung selanjutnya akan dibekali dengan pendidikan dan pelatihan membuat topi dan tas oleh pengusaha dari Cigondewah Bandung. Sekaligus pelatihan pembuatan kerudung yang juga akan didatangkan dari pengusaha sukses dari Bandung di desa Gunasari.
“Insya Allah pada tanggal 16 Maret 2020 mendatang mereka akan diberi pelatihan,” kata Asef.
“Kami akan memfasilitasi bantuan berupa mesin dan bahan sesuai spesifikasi yang dibutuhkan, mereka juga akan dibekali berbagai wawasan kewirausahaan dari praktisi dan terus dimonitor sampai berhasil,” tamabh ujar Asef Sudrajat pula.
Sementara itu menurut Ketua Gerakan Wirausaha Muda (Garuda) Nana Mulyana., SE., MM, dengan banyaknya Kampung Topi dan Tas, warga Sumedang, instansi pemerintah, sekolah – sekolah tidak usah lagi memesan topi dan tas ke luar Sumedang. Karena di Sumedang sendiri sudah ada Kampung Tas dan Topi, soal kwalitas dan kwantitas tidak kalah saing.

“Kami mengupayakan agar produk Wirausaha Kampung bisa masuk paska pasar minimal daerah Sumedang sendiri. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan masuk pada paska pasar se Jawa Barat,” ucap Nana Mulyana optimis.
Selain itu kata Nana Mulyana, berdirinya Kampung Wirausaha di Sumedang, Garuda dan Disnakertrans Sumedang berharap bisa menjadi kekuatan ekonomi mandiri dalam upaya mengurangi tinggakat kemiskinan dan pengangguran di Sumedang.
“Kegiatan proses penciptaan Kampung Wirausaha ini, MOS dan Garuda tidak dibayar. Hal itu bersifat pengabdian kepada masyarakat,” pungkas Nana.#*[KP].








