Cinta Produk Dalam Negeri, Masyarakat Harus Dukung Maung Pindad

Selasa, 28 Okt 2025
Salah satu varian Maung buatan PT Pindad. Repro PT Pindad
Dengarkan dgn suara Siap
3.6K pembaca

JAKARTA (kabarpublik) – Langkah Presiden Prabowo Subianto aktif mempromosikan Maung Pindad sebagai produk unggulan industri dalam negeri mendapat apresiasi dari anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo.

Menurutnya, langkah itu merupakan bukti keseriusan pemerintah membangun kemandirian industri nasional.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

“Langkah mempromosikan Maung Pindad perlu diapresiasi. Ini contoh nyata keberpihakan terhadap produk dalam negeri, bukan sekadar slogan. Kita perlu mendukung industri lokal seperti ini,” katanya, dikutip dari Parlementaria, di Senayan, Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Presiden Prabowo dalam beberapa kali kesempatan menegaskan pentingnya kebanggaan terhadap produk dalam negeri, salah satunya melalui kendaraan taktis Maung Pindad.

Pada rapat kabinet paripurna di Istana Negara (20/10) lalu, presiden menyampaikan bangganya karena Indonesia kini mampu memproduksi kendaraan jenis jip sendiri.

Presiden bahkan berkelakar sudah lama tidak naik Alphard, karena lebih sering menggunakan Maung Pindad yang kini juga digunakan para perwira saat meninjau pasukan.

Pada kesempatan itu Presiden Prabowo juga meminta para menteri menggunakan Maung Pindad sebagai kendaraan dinas, agar pejabat memberi contoh nyata dalam mencintai dan mendukung produk buatan Indonesia.

Menyikapi itu, Yoyok menyatakan setuju, selama tak mengganggu anggaran negara dan dilakukan secara transparan.

“Kalau menteri-menteri diminta pakai Maung, saya dukung penuh. Asal anggarannya tersedia dan prosesnya terbuka. Justru bagus kalau pejabat memberi contoh nyata mencintai produk dalam negeri,” katanya.

Namun dia juga mengingatkan agar promosi Maung Pindad tidak berhenti pada seremonial saja, tetapi diwujudkan dalam bentuk dukungan konkret. Ia menyinggung pengalaman sebelumnya, mobil Esemka, yang digembar-gemborkan tapi gagal.

“Jangan terjebak euforia seperti Esemka dulu. Ramai dibicarakan, tapi zonk. Maung Pindad harus dijaga, agar tidak bernasib sama, harus diproduksi massal, dipakai luas, dan punya pasar yang jelas,” tegas Yoyok.

Anggota DPR yang membidangi urusan industri itu juga menekankan pentingnya pemerintah menggencarkan penguatan industri lokal, tidak hanya di sektor pertahanan saja, tapi juga sektor energi, manufaktur, dan teknologi.

“Kalau mau mandiri, industri lokal harus digerakkan serius. Kebijakan dan anggaran harus berpihak pada produksi dalam negeri. Kita punya kemampuan, tinggal kemauan politik yang harus kuat,” tambahnya.

Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan swasta nasional, kata dia, perlu diperkuat, agar industri dalam negeri benar-benar mandiri dan kompetitif.

Masyarakat juga diminta berperan memperkuat industri nasional dengan cara mencintai dan menggunakannya. “Bangga produk Indonesia itu bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Kalau kita percaya produk sendiri, industri akan tumbuh, ekonomi akan kuat,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.