Laporan : Jefriyanto (JMSI)
Editor : Mahmud Marhaba
TOUNA [KP] – Masyarakat Ampana dibuat geger. Ledakan keras dari bilik kantor BRI Unit Ampana menjadi perhatian orang banyak saat itu. Padahal suasana lagi sepi karena bertepatan dengan hari libur, Minggu, 15 Maret 2020 sekitar pukul 07.30 Wita.
Ajwir, security bank BRI yang bertugas pagi itu menuturkan kepada media yang tergabung di JMSI bahwa sebelum kejadian ledakan bom Molotov, seseorang menggunakan mobil pick up Daihatsu Gran Max warna Silver datang ke kantor BRI Unit Ampana.
“Ada perlu apa pak…?” sapa security menyambut seorang pria yang memaksakan masuk ke kantor BRI Unit Ampana. “Mana pak Febri…?” tanya lelaki itu dengan penuh emosi.

Dalam hitungan menit, pelaku langsung melemparkan 3 buah bom Molotov ke dalam ruangan kantor BRI Unit Ampana. Ledakan pun terjadi, sementara pelaku langsung melarikan diri menuju ke arah Malotong kabupaten Posso sambil mengatakan untuk tidak menyentuh sebuah dos yang diletakan dihalaman kantor BRI itu.
Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen. Pol. Drs. H. Syafril Nursal, S.H., M.H., didampingi Kapolres Tojo Una-una AKBP Alfred Sianipar, S.IK bersama Wakil Bupati, Admin Lasimpala, mengatakan jika pelaku merupakan Nasabah bank BRI dalam status bermasalah.
βPelaku pernah mengajukan pinjaman kepada pihak Bank, dalam proses tersebut pelaku merasa tidak puas dan kecewa karena pinjamannya tidak terpenuhi sesuai dengan keinginannya,β ungkap Kapolda Sulteng Irjen. Pol. Drs. H. Syafril Nursal, S.H., M.H, Senin (16/03/2020).

Hanya dalam jangka waktu 3 jam, pelaku berhasil di tangkap di desa Podi dan sudah diamankan di Polres Touna. Kapolres Tojo Una-una AKBP Alfred Sianipar, S.IK dalam keterangannya mengatakan jika pelaku sudah ditahan dan akan di jerat dengan Pasal 187 KUHP.#[KP]







