oleh

Cegah Stunting, Dinkes dan TP-PKK Ternate Memberikan Makanan Tambahan Kepada Balita

Laporan : Yadi
Editor : YR

TERNATE [Kabarpublik.id] – Pemerintah Kota Ternate, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Ternate pagi tadi, Selasa 25 Januari 2022 melaksanakan kegiatan pemberian makanan tambahan kepada Ibu hamil, dan balita. Hal ini dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke 62.

Kegiatan yang dilaksanakan di kantor Camat Kota Ternate Selatan itu, dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, Marliza Tauhid Soleman, Kepala Dinas Kesehatan, Hj. Nurbaiti Radjabessy, para Lurah dari tujuh Kelurahan, dan Kepala Puskesmas Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan.

“Kegiatan pemberian bantuan makanan kepada Ibu hamil sebanyak 8 orang, dan balita sebanyak 8 orang itu atas kerjasama antara Dinkes, dan TP-PKK. Ini dalam rangka memperingati HGN ke 62,” ucap Anang Iriyanto, Camat Ternate Selatan saat ditemui di kantor kecamatan usai kegiatan.

Pria lulusan STPDN Jatinangor Kabupaten Sumedang tahun 2004 itu menjelaskan, tujuan dari kegiatan pemberian makanan tambahan ini sasarannya adalah untuk mencegah stunting, makanya Dinas Kesehatan bekerjasama dengan TP-PKK untuk memberikan makanan tambahan.

Selanjutnya,makanan yang diberikan tadi berupa paket tambahan balita, makanan seimbang di dalam kotak, snack, dan lain-lain. Selain itu, ia mengatakan bahwa, stunting ini adalah masalah kurang gizi kronis yng menyebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkn ganguan pertumbuhan pada anak, yaitu tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya.

“Makanya tadi saya sampaikan di Ibu-ibu hamil
bahwa harus menjaga anak-nya dengan cara memberikan asupan makanan tambahan,seperti bantuan yang diberikan tadi. Tanpa melalui ASI. Bukan hanya pada mereka, tapi juga para lurah, agar dapat memberikan edukasi kepada warga masyarakat melalui posyandu,” ungkap Camat.

Lebih lanjut, supaya masyarakat mengenal dan mengetahui mengenai stunting, agar stunting itu bisa di cegah melalui kegiatan – kegiatan posyandu, supaya masyarakat bisa mengetahui informasi tersebut, melalui para lurah dan RT/RW.

“Harapan saya, mudah-mudahan kedepannya di Kecamatan Ternate Selatan masyarakat lebih memahami masalah stunting ini,dan masyarakat lebih pintar. Dan di Kecamatan Ternate Selatan tidak ada lagi stunting, karena sudah banyak sosialisasi yang disampaikan, sehingga warga masyarakat bisa mengerti tentang stunting,” pungkas pria kelahiran Kelaten 1981 itu.#[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar