Bupati Blora Sidak Pasar Pon, Pastikan Hewan Kurban Sehat Jelang Iduladha 1447 H

Sabtu, 16 Mei 2026
Bupati Blora Arief Rohman melakukan sidak di Pasar Pon Blora untuk memastikan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Transaksi sapi diperkirakan mencapai miliaran rupiah per hari. (Foto: Supriyanto)
Dengarkan dgn suara Siap
5.7K pembaca

BLORA (kabarpublik.id) – Bupati Blora, Arief Rohman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pon Blora, Sabtu (16/5/26), untuk memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Sidak dilakukan bersama Sekretaris Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Lilik Setyawan, Kabid Kesehatan Hewan drh. Rasmiyana, serta tim kesehatan hewan.

Menjelang Iduladha, aktivitas jual beli hewan kurban di Pasar Pon Blora mengalami peningkatan signifikan. Dalam satu hari pasaran, transaksi sapi di pasar hewan terbesar di Kabupaten Blora itu diperkirakan mencapai lebih dari 600 ekor dengan nilai perputaran ekonomi hingga Rp12 miliar.

“Hari ini kami meninjau kesiapan menjelang Iduladha. Tinggal dua pasaran Pon lagi. Transaksi hari ini mencapai lebih dari 600 ekor sapi. Jika rata-rata harga sapi Rp15 juta per ekor, maka perputaran ekonomi di sini bisa mencapai Rp9 hingga Rp12 miliar,” ujar Arief Rohman di sela sidak.

Ia menyebut tingginya transaksi hewan kurban memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Pedagang yang datang ke Pasar Pon Blora tidak hanya berasal dari Blora, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Pati, Solo, dan Boyolali.

Jenis sapi yang paling banyak diperjualbelikan untuk kebutuhan kurban di antaranya sapi Limousin, Simental, dan Peranakan Ongole (PO). Mayoritas ternak yang dijual merupakan sapi jantan dengan bobot antara 400 hingga 600 kilogram.

Dalam sidak tersebut, Bupati juga menerima masukan terkait penataan Pasar Pon Blora, khususnya kondisi lantai pasar yang dinilai perlu diperbaiki agar hewan ternak tidak mudah terpeleset.

“Ada usulan agar area pasar ditata lebih baik, misalnya dengan paving, supaya lebih aman bagi ternak,” katanya.

Selain memantau aktivitas perdagangan, Bupati bersama petugas kesehatan hewan turut mengecek proses pemeriksaan kesehatan ternak yang masuk ke area pasar. Pemeriksaan meliputi kondisi mata, mulut, kulit, hingga kelengkapan dokumen kesehatan hewan.

Petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan serta pemeriksaan sapi bunting guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

Arief Rohman mengimbau masyarakat membeli hewan kurban di tempat resmi dan memastikan ternak yang dibeli memiliki surat keterangan kesehatan dari petugas berwenang.

Kabid Kesehatan Hewan DP4 Blora, drh. Rasmiyana, menjelaskan pemeriksaan rutin terus dilakukan karena aktivitas perdagangan hewan kurban meningkat menjelang Iduladha. Hewan yang dinyatakan sehat akan diberi tanda khusus untuk memudahkan pembeli.

Para pedagang menyambut positif pelaksanaan sidak tersebut. Mereka menilai pemeriksaan kesehatan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas hewan kurban yang dijual.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang dan pembeli mengenai ciri-ciri hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat, seperti usia yang cukup, kondisi fisik tidak cacat, dan memiliki nafsu makan yang baik.

No More Posts Available.

No more pages to load.