BPR BKK Blora Setor Dividen Rp4,4 Miliar ke Pemkab, Kinerja Keuangan Terus Tumbuh

Jumat, 15 Mei 2026
Direktur Utama PT BPR BKK Blora (Perseroda), Jawa Tengah Puguh Haryono. (ANTARA/Gunawan.)
Dengarkan dgn suara Siap
1.3K pembaca

BLORA (kabarpublik.id) – PT BPR BKK Blora (Perseroda), Jawa Tengah, mencatat kontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD) melalui setoran dividen sebesar Rp4,4 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Blora.

Direktur Utama PT BPR BKK Blora (Perseroda), Puguh Haryono, mengatakan capaian tersebut menunjukkan investasi pemerintah daerah di sektor perbankan memberikan hasil positif.

“Capaian tersebut menunjukkan investasi Pemerintah Kabupaten Blora di sektor perbankan daerah berjalan sangat baik dan memberikan keuntungan tinggi,” ujar Puguh di Blora, Jumat (15/5/2026).

Berdasarkan laporan publikasi triwulanan per 31 Desember 2025, BPR BKK Blora membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp21,8 miliar. Dari total laba tersebut, dividen sebesar Rp4,4 miliar disetorkan kepada Pemkab Blora.

Menurut Puguh, nilai dividen tersebut cukup tinggi dibandingkan modal yang ditanamkan pemerintah daerah.

“Pemkab Blora memiliki modal sekitar Rp12 miliar lebih di BPR BKK Blora, namun dividen yang diterima mencapai Rp4,4 miliar,” katanya.

Dari sisi permodalan, total ekuitas perusahaan hingga akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp70,91 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp65,18 miliar.

Sementara itu, total liabilitas atau kewajiban bank mencapai Rp453,46 miliar. Dana tersebut didominasi simpanan masyarakat berupa tabungan sebesar Rp317,70 miliar dan deposito Rp119,30 miliar.

Untuk penyaluran dana, total aset produktif BPR BKK Blora mencapai Rp540,58 miliar. Rinciannya meliputi penempatan dana pada bank lain sebesar Rp103,49 miliar dan kredit kepada pihak nonbank sebesar Rp433,91 miliar.

Puguh menyebut tingkat pengembalian investasi atau return on investment (ROI) yang diperoleh Pemkab Blora mencapai sekitar 32 persen.

“Dana yang diinvestasikan mampu menghasilkan sekitar 32 persen,” ujarnya.

Selain memberikan kontribusi terhadap PAD, BPR BKK Blora juga mencatat pertumbuhan kinerja yang positif dalam dua tahun terakhir. Hal itu dibuktikan dengan sejumlah penghargaan yang diraih dari berbagai lembaga eksternal sepanjang 2025 hingga 2026.

“Kami tidak merencanakan penghargaan sejak awal, tetapi sepanjang 2025 hingga 2026 kami terus menerima apresiasi dari pihak ketiga atas kinerja perusahaan yang dinilai sangat baik,” kata Puguh.

Ia menambahkan kondisi kesehatan perusahaan saat ini berada dalam kategori sangat sehat. Pihaknya juga memastikan dana masyarakat aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Dari tingkat kesehatan, kami sangat sehat. Dana nasabah di BPR BKK Blora juga aman karena dijamin oleh LPS,” ujarnya.

Hingga April 2026, total aset BPR BKK Blora tercatat sekitar Rp540 miliar. Perseroan menargetkan aset meningkat menjadi Rp560 miliar pada akhir 2026.

PT BPR BKK Blora (Perseroda) merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) dengan komposisi saham Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar 51 persen dan Pemerintah Kabupaten Blora sebesar 49 persen.

No More Posts Available.

No more pages to load.