BPPKH CINAGARA HADIR LAGI DI BONEBOL, SEKDA BUKA DIKLAT TEMATIK PETERNAKAN (REPRODUKSI TERNAK)

BONEBOL330 Dilihat

Laporan : Tim KP (Jarber SMSI), Editor : Mahmud Marhaba

BONEBOL [KP] – Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor kembali memilih daerah kabupaten Bone Bolango sebagai lokasi penyelenggaraan Diklat Teknik Tematika Peternakan (Reproduksi ternak) untuk tahun 2019. Bantuan kegiatan ini merupakan yang ketigakalinya dilakukan oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagar Bogor.

Peserta Diklat Teknik Tematika Peternakan (Reproduksi ternak) untuk tahun 2019 di Bone Bolango, Selasa (30/07/2019)

Sekretaris Dinas Pertenian dan Peternakan Bone Bolango memberikan penghormatan besar yang diberikan BBPKH dalam hal meningkatkan kompetensi dari seluiruh aparat maupun petugas yang ada di dinas Pertanian dan Peternakan Bone Bolango untuk peningkatan sumber-sumber dan sektor peternakan itu sendiri.  

“Kami berharap dengan dipilihnya kembali Bone Bolango sebagai alokasi penyelenggaraan Diklat  dalam hal peningkatan kompetensi kiranya semua peserta Diklat untuk dapat serius mengikuti kegiatan selama 2 hari. Ini adalah penghargaan yang tinggi diberikan oleh Balai Besar kepada pemerintah Bonebol dengan topangan dana secara penuh untuk kegiatan ini, apalagi para pematerinya adalah mereka yang berkompeten dan senior dibidang reproduksi ternak,” ungkap Sekretaris Dinas mewakili Kepala Dinas yang berhalangan hadir, Selasa (30/07/2019) di Aula Dinas Peternakan kabupaten Bonbol.

Panitia kegiatan Yokhsan Kiyai, S.Pt mengatakan jika Tim dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor dengan Ketua Tim Drh. Nia Euis Setiawati, MP didampingi Kabag Umum Ir. Indra Hartatianto, M.Si bersama staf Balai Besar akan berada selama 2 hari dalam Diklat ini.

“Ini merupakan bantuan program dari BBPKH Cinagara Bogor yang pembiayaannya penuh dari Balai Besar,” ungkap Yoksan Kiyai dalam laporannya.

Kepala BBPKH Cinaga Bogor yang diwakili Kabag Umum, Ir. Indra Hartatianto, M.Si dalam sambutannya mengatakan, dirinya sangat gembira berada di Bone Bolango. Kegiatan Tematik bukan hanya dilakukan di daerah ini saja, namun Balai Besar Cinagara telah melakukan Diklat sekitar 40 angkatan di pulau Jawa, Sumatera dan sulawesi.

Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor diwakili Kabag Umum, Ir. Indra Hartatianto, M.Si memberikan sambutan pada Diklat Teknik Tematika Peternakan (Reproduksi ternak) untuk tahun 2019 di Bonebol didampingi Ketua Tim Drh. Nia Euis Setiawati, MP, Ass II Setda dan Sekretaris Dinas Pertanian dan Pternakan Bonebol

Kegiatan ini jelas Indra bertujuan bagaimana cara peningkatan polulasi ternak, sesuai program pemerintah untuk meuwjudkan Swasembada tahun 2026.

“Kegiatan ini meningkatkan kopetensi pengetahunan dari para petugas di lapangan sehingga bisa memecahkan permasalahan yang ada. Diharapkan peserta dapat mengadopsi dan menyerap apa yang disampaikan oleh para pemateri. Anggaran sudah dikuncurkan oleh pemerintah, tinggal bagaimana ujung tombak dapat menanganai repoproduksi ternak sehingga terjadi meningkatkan produktifitas,” ungkap Ir. Indra Hartatianto, M.Si dalam sambutannya.

Sementara itu, Sekda Bone Bolango yang diwakili Assiten III, Ir. Iwan Mustapa, dalam sambutannya menjelaskan sektor peternakan merupakan sektor prioritas kabuapten Bonebol. Dengan luas daerah 198.000 ha 70 kawasan lindung, 114 hutan konsevasi, sementara tersisa 22% kawasan budi daya dengan konsen penyangga pangan dengan memperhitungkan ekosistem lingkungan.

“Daerah Bonebol merupakan daerah hulu yang penting dijaga agar dampak bencana banjir juga bisa terjaga. Areal sektor Peternakan menjadi prioritas masyarakat meski baru dengan sistem peternakan tradisional, dan ini menjadi penghudupan masyarakat kami,” ungkap Iwan Mustapa.

Penyematan tanda peserta Diklat Besar Cinagara oleh Kabag Umum Ir. Indra Hartatianto, M.Si

Ditambahkannya juga, Daerah ini memiliki akses terdekat dengan Kota Gorontalo, itu berarti kami merupakan pasar terdekat untuk peternakan. Sumber Daya Lahan untuk pengembalaan hewan dan akses pasar yang tinggi membuat daerah ini sebagai lumbung ternak terbesar. “Jika masyarakat di Kota Gorontalo mencari ternak hingga 30 sampai 40 km, maka Bonebol menjadi daerah terdekat dengan jarak 5 km sampai 10 km.

Dijelaskan pula oleh Iwan Mustapa, Sebagai prioritas ternak kedepan, maka Bonebol masuk dalam wilayah kerjasama Utara-utara dimana terdapat daerah kabupaten yang berada di bagian Utara yang memiliki visi pengembangan ternak sapi seperti Buol Sulteng, Gorut dan Bolmut Sulut.

“Dalam rangka mendukung Swasembada daging, maka target kami pada 2030 adalah 1 juta populasi ternak sap[i didaerah ini. Terlalu bombastis, tapi ini sebagai pemicu untuk berbuat yang lebih baik untuk daerah dan masyarakat kami,” ungkap Iwan kepada nara sumber BBPKH Bogor.

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah Bonebol ungkap Iwan Mustapa, yakni dengan beberapa skema dalam meningkatkan populasi, diantaranya membeli ternak dari luar daerah Gorontalo yang kualitas, meski ini bukan satu-satunya instrumen. Salah satu skema yang dilakukan adalah kegiatan reproduksi Peternakan seperti yang dilakukan oleh Balai Besar Bogor sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah populasi ternak.

“Atas nama pemerintah daerah kabupaten Bonebol, saya menyampaikaan terima kasih kepada Balai Besar Cinagara yang sudah memberikan bantuan kepada pemerintah Bonebol dan tentunya kami terus berharap kerjasama kedepan akan terwujud kembali,” ungkap Iwan Mustapa yang sekaligus  membuka kegiatan Diklat Teknik Tematika Peternakan (Reproduksi ternak) untuk tahun 2019 yang ditandai dengan penyematan tanpa peserta Diklat.#[KP]   

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar