Laporan: Taufik Dj. Panua (Jarber SMSI),
Editor: Mahmud Marhaba
BUOL [KP] – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Sulteng menggelar rapat kemitran bersama Pemda Kabupaten Buol, di ruang aula Kantor Bupati Buol, Kamis (24/10/2019). Rapat di Pimpin oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Buol, Suprizal Yusuf bersama Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sulteng Hartati Rachim. Hadir pada kesempatan itu, para kepala OPD terkait, masing-masing, Inspektorat, Bapeda, Dukcapil Buol, Dinkes, Dinsos, PPKAD, dan tentunya BPJS Kesehatan Cabang Buol.
Sekda Suprizal Yusuf yang juga merupakan ketua Forum Kemitraan BPJS Kesehatan Kabupaten Buol, menerangkan, Pemerintah Kabupaten Buol telah menjamin kehehatan masyarakat Buol, sehinga Pemerintah Kabupaten Buol mendapat gelar Universal Health Coverge (UHC) sebagai daerah yang peduli dengan menanggung jaminan kesehatan masyarakat.
Rapat yang merupakan agenda triwulaan III tersebut membahas permasalahan pelayanan kesehatan yang telah dilaksanakan oleh BPJS, yang mana pemerintah Kabupaten Buol melaksanakan kewajibannya dalam hal pembayar iuran dengan nominal iuran pertahun anggaran Rp. 9 milar lebih yang ter-cover dalam PBIJK dan PB Pemda.
“Alhamdulillah permasalahan yang timbul di BPJS dan Pemda dapat diatasi dengan adanya furum kemitraan ini”, jelas Suprizal Yusuf.
Dalam rapat juga disinggung tentang kenaikan iuaran BPJS yang meningkat hampir seratus persen. Sebelumnya untuk kemitraan itu sebesar Rp. 24.500/ orang sehingga naik menjadi Rp. 46.000.
Pada kesempatan itu Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu, Hartati Rcahim mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Buol yang mengelola pelayanan kesehatan masyarakat, dimana Pemda Buol terhitung dari tahun 2018 telah berkomitmen mendaftarkan seluruh masyarakat sebagai peserta JKN-KIS BPJS dan dilanjutkan hingga tahun 2019.
“Insyaallah BPJS dan Pemda Buol akhir tahun kembali menandatangani kontrak tahun 2020”, terang Hartati Rachim.
Hartati menyebut, Buol saat ini telah menjadi roll model di JKN-KIS BPJS karena merupakan Kabupaten pertama yang berkomitmen untuk mendaftarkan seluruh masyarakat sebagai peserta JKN-KIS di Provinsi Sulteng.
“Dari 13 Kabupaten Kota di Sulteng hanya tinggal 4 Kabupten yang belum
berkomitmen penduduknya sebagai peserta JKN-KIS yakni Kabupaten Banggai Laut, Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi,” sebut dia. # [KP]





