Dalam siaran prakiraan cuaca harian yang diikuti dari Jakarta, Senin, Siklon Tropis Mekkhala terpantau berada di Samudera Pasifik bagian timur Filipina dengan tekanan minimum sekitar 970 hektopaskal dan kecepatan angin maksimum mencapai 70 knot. Sistem tersebut bergerak ke arah barat hingga barat laut.
“Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Samudera Pasifik timur Filipina serta di sekitar sirkulasi tersebut,” ujar Prakirawan BMKG Selly Brilian.
Selain itu, sirkulasi siklonik diprakirakan terbentuk di Selat Makassar yang turut memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di kawasan tersebut. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di sejumlah kawasan di Indonesia.
Menurut BMKG, kombinasi dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah siklon tropis, sirkulasi siklonik, maupun sepanjang daerah konvergensi.
“Perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah,” kata dia.
Sementara itu, untuk prakiraan cuaca di kota-kota besar Indonesia, BMKG memprakirakan potensi hujan disertai petir terjadi di Tanjungpinang dan Bandar Lampung.
Adapun hujan ringan berpotensi terjadi di Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Bengkulu, Palembang, Serang, Bandung, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, Tanjung Selor, dan Samarinda.
Sementara wilayah yang diprakirakan berawan hingga berawan tebal yakni di Banda Aceh, Yogyakarta, dan Banjarmasin. Sementara itu, udara kabur berpotensi terjadi di Jakarta dan Surabaya.
Untuk wilayah Indonesia bagian timur, hujan ringan diprakirakan terjadi di Denpasar, Mataram, Mamuju, Kendari, Palu, Nabire, Jayapura, Wamena, dan Merauke.
Sedangkan kondisi cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Kupang, Makassar, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, dan Manokwari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini, baik melalui laman resmi maupun media sosial BMKG. (ant)




