Laporan : Ifan Saluki
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Wali Kota Marten Taha membeberkan sejumlah capaian indikator makro dan pembangunan di Kota Gorontalo, pada Rapat Paripurna dalam rangka Hari Ulang Tahun ke 296 Kota Gorontalo.
Marten mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo pada tahun 2023, mencapai 4,52%. Angka ini naik sebesar 0,40% dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar 4,11%. Adapun Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Gorontalo tahun 2023 naik mencapai 4,5% dan tingkat Nasional turun mencapai 5,05% dari tahun sebelumnya.
Marten katakan bahwa pertumbuhan ini dipengaruhi oleh tiga sektor utama, yaitu perdagangan, konstruksi, dan pemerintahan.
“Capaian positif ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Gorontalo dalam memacu pertumbuhan ekonomi setempat, khususnya dalam mendorong potensi pelaku usaha dalam kegiatan perdagangan yang semakin hari semakin berkembang,” ujar Marten.
Tak hanya itu, capaian lain yang membanggakan adalah Nilai Gini Rasio Kota Gorontalo tercatat 0,390 di tahun 2023. Angka ini turun 0,006 lebih kecil dari tahun sebelumnya, yakni 0,396.
Sementara untuk capaian Gini Ratio Kota Gorontalo masih lebih baik dari angka Gini Ratio Provinsi Gorontalo juga yang mencapai 0,417. Adapun Gini Ratio Nasional capaiannya lebih baik penurunannya mencapai 0,388 dari tahun sebelumnya.
“Hal ini mengindikasikan upaya dari waktu ke waktu yang dilakukan oleh Pemerintah untuk memastikan distribusi pendapatan masyarakat terjaga dengan baik,” ucap Marten Taha.
Lebih lanjut, Marten juga menyebutkan bahwa capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Gorontalo tahun 2023 mencapai 78,64. Meningkat 0,42 dibandingkan IPM tahun 2022, sebesar 78,22. Capaian ini lebih tinggi dibanding capaian baik IPM provinsi maupun nasional yang masing-masing mencapai 70,45 dan 74,39.
Begitupun dengan tingkat kemiskinan Kota Gorontalo juga menunjukkan penurunan yang signifikan. Dimana per Desember 2023, angka kemiskinan Kota Gorontalo turun menjadi 5,64 dari 5,73 di tahun sebelumnya.
“Angka ini, jauh di bawah angka kemiskinan nasional yakni 9,36 dan angka Provinsi Gorontalo yakni 15,15. Bahkan, kemiskinan ekstrim Kota Gorontalo turun dari 0,47% menjadi 0,2% pada tahun ini,” beber Marten.
Selain itu, capaian lain yang juga membanggakan adalah penurunan angka stunting Kota Gorontalo. Pada tahun 2022, angka stunting Kota Gorontalo mencapai 19,1%, turun dari angka sebelumnya pada tahun 2021 yang mencapai 26,5%.
“Capaian tersebut lebih baik dari Provinsi dan Nasional, yang masing- masing sebesar 21,6% (Provinsi) dan 23,8 (Nasional),” tuturnya.
Dalam aspek tata kelola keuangan lanjut Marten, Pemerintah Kota Gorontalo kembali meraih predikat Opini WTP dari BPK RI atas Laporan Keuangan Tahun 2023. Predikat ini merupakan keberhasilan kesembilan kalinya secara berturut-turut diraih oleh Pemkot Gorontalo.
Meski demikian, Marten mengakui bahwa masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama untuk memastikan kemajuan yang berkelanjutan.
Untuk itu, Wali Kota Marten mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi demi membangun Kota Gorontalo menjadi daerah yang lebih baik di masa depan.
“Saya yakin dan percaya, jika kita melangkah bersama, kita pasti bisa bisa menyelesaikannya dan pada akhirnya kita akan dapat mewujudkan Kota Gorontalo sebagai daerah ekonomi baru di Pulau Sulawesi. Kami yakin dan percaya Kota Gorontalo ke depannya akan menjadi Kota yang cemerlang, tidak hanya di Provinsi Gorontalo, tapi di seluruh kawasan Timur Indonesia,” pungkasnya.







