BEM Pesantren Indonesia Kritik Pernyataan Rizieq Shihab, Ajak Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 8 Mei 2026
Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren Seluruh Indonesia, Ahmad Tomy Wijaya. (Foto: Bambang)
Dengarkan dgn suara Siap
4.8K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren Seluruh Indonesia menyampaikan kritik terhadap pernyataan Rizieq Shihab terkait Kepala Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman. Pernyataan tersebut dinilai berpotensi memicu perpecahan dan tidak mencerminkan keteladanan seorang tokoh publik.

Koordinator Pusat BEM Pesantren Seluruh Indonesia, Ahmad Tomy Wijaya, mengatakan tokoh agama seharusnya mampu menghadirkan suasana yang sejuk dan menjaga persatuan di tengah masyarakat.

“Kami menilai narasi yang disampaikan cenderung provokatif dan tidak memberikan pendidikan yang baik bagi umat. Tokoh agama seharusnya menjadi penyejuk, bukan memperkeruh suasana,” ujar Ahmad Tomy Wijaya dalam keterangannya.

Ia menegaskan, kebebasan berpendapat dalam sistem demokrasi tetap harus disampaikan dengan etika, tanggung jawab, serta menjunjung nilai-nilai persaudaraan dan kebangsaan.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar, namun tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang merendahkan atau memicu konflik di tengah masyarakat.

“Sebagai bangsa yang besar, kita memiliki warisan nilai dari para ulama dan pendiri bangsa untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathaniyah, dan ukhuwah Basyariyah. Pernyataan yang berpotensi memecah belah jelas bertentangan dengan semangat tersebut,” katanya.

BEM Pesantren juga mengajak seluruh tokoh agama dan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyampaikan pendapat, terutama di era digital ketika informasi dapat tersebar dengan cepat.

Ahmad Tomy menekankan pentingnya mengedepankan tabayyun, menjaga lisan, dan membangun dialog yang santun serta konstruktif di ruang publik.

“Kami mengingatkan bahwa setiap ucapan memiliki dampak luas. Oleh karena itu, penting untuk mengedepankan tabayyun, menjaga lisan, serta mengedepankan dialog yang santun dan konstruktif,” tambahnya.

BEM Pesantren berharap seluruh elemen bangsa dapat menjaga kondusivitas nasional dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Bangsa ini membutuhkan keteduhan dan persatuan. Sudah saatnya kita menghadirkan narasi yang menyejukkan, memperkuat persaudaraan, dan membangun,” tutup Ahmad Tomy Wijaya.

No More Posts Available.

No more pages to load.