Laporan : Yadi
Editor : YR
MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappelitbangda Kota Ternate pada tahap I akan mengevaluasi kerja – kerja Organisasi Perangkat Daerah atau OPD. Kamis, (10/11/2022)
Langkah ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana sejumlah program prioritas kegiatan di masing-masing OPD yang sudah mencapai 100 persen dan yang belum mencapai 100 persen.
Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Dr. Hi Rizal Marsaoly menjelaskan, tujuan dilakukan evaluasi bukan hanya itu, tetapi yang paling penting adalah bagaimana memastikn program-program di setiap OPD itu berjalan baik dan tepat sasaran
“Sehingga kami (Bappelitbangda) intens untuk memantau terus sampai pada akhir Desember. Kirannya monitoring tahap I yang akan dilakukan oleh Bappelitbangda itu sudah sedikit memberi data, dan informasi,” ucapnya di ruang kerjanya.
Kemudian lanjut, tim monitoring dan evaluasi atau monev Bappelitbangda yang dimana dari data sementara itu ditahap I Bappelitbangda perlu melakukan monitoring, agar sudah tergambar beberapa program kegiatan OPD yang harus terus lebih fokus lagi, karena mengingat 2022 sudah mulai berakhir.
Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate ini menyebutkan, program kegiatan tersebut yang ada dibeberapa OPD, salah satunya di Dinas PUPR, yakni perbaikan drainase di 17 titik di Kota Ternate. Sementara non-fisik berada di Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Ternate.
“Kami berharap, OPD-OPD untuk lebih intens memantau, sekaligus melakukan kroscek di lapangan secara langsung pekerjaan tersebut, untuk optimalisasi, supaya program-program kita bisa maksimal di lapangan,” tambahnya.
Disebutkan dari 14 program prioritas Ternate mandiri dan berkeadilan yang terimplementasi dari 8 misi yang semua sudah dijabarkan secara rinci kekuatan, keberpihakan program kegiatan OPD terhadap 8 misi dan 14 program prioritas.
“Framing yang kami buat ini tidak bisa keluar dari itu. Dan kami monitoring dan evaluasi tetap akan fokus kesitu, sehingga nanti, ketika LKPJ akhir tahun disampaikan oleh Bapak Wali Kota parameter -parameter-nya dan indikator – indikator-nya tetap mengacu kepada capaian yang dihasilkan setiap OPD tadi,” ungkapnya.
Selanjutnya, sehingga dia lebih riil dan sekaligus menjadi catatan sebagai bahan evaluasi di OPD – OPD pengelolaan pendapatan,capai target tidak. Itu yang akan dilihat Dinas Pendapatan Daerah, dalam hal ini dipantau oleh Bappelitbangda.
“Jadi tadi ditanya sudah sejauh mana program -program OPD yang sudah selesai dan belum, tetap kami akan memaksimalkan pemantauan. Ini penting, karena yang kami ingin pastikan di monitoring dan evaluasi tahap II akan melihat sejauh mana progres yang mereka capai sudah berapa persen. Tetapi yang paling utama sekali adalah odcam binifit-nya dampak (impact) yang dirasakan oleh masyarakat,” jelas Rizal.
“Sehingga kita tidak bicara hanya sekedar output misalnya membuat jembatan, dan lain-lain, tetapi yang paling penting di lapangan yang perlu kita lihat adalah sejauh mana output-output itu dia berdampak positif tidak terhadap masyarakat, walaupun dia sudah jadi, bagaimana kualitas kerjannya dari output tersebut,” bebernya.
Disitulah peran Bappelitbangda yang nantinya ditahap II akan turun untuk memastikan kondisi- kondisi tersebut. Dan ini menjadi satu rangkaian tahapan perencanaan yang sudah normatif di Bappelitbangda sesuai amanah dari Undang- undang Nomor 25 tahun 2014 tentang sistem perencanaan pembangunn nasional dn evaluasi. #[KP]







