Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Cepu dan daerah hulu sungai dengan durasi cukup lama, sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, Agung Triyono, mengatakan banjir berasal dari luapan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa yang melintasi kawasan permukiman warga.
“Banjir luapan menggenangi rumah warga di beberapa lokasi di Kecamatan Cepu,” ujar Agung.
Ia menjelaskan, di Kelurahan Cepu sebanyak 35 rumah di RW 01 Lingkungan Ngareng Sawahan terdampak genangan dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 60 sentimeter.
Sementara itu, di Kelurahan Balun, lima rumah di RW 11 Gang Swadaya, Lingkungan Tukbuntung, juga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 70 sentimeter.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Saat ini, kata Agung, Tim TRC BPBD Blora telah melakukan asesmen, pendataan, serta membantu evakuasi warga terdampak banjir. Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan untuk penanganan lanjutan.
BPBD menyebut arus air yang deras dan debit sungai yang masih tinggi menjadi kendala dalam proses penanganan di lapangan.
Meski demikian, kondisi banjir di sejumlah lokasi dilaporkan mulai surut dan tidak ada warga yang mengungsi. “Beberapa wilayah sudah mulai surut dan berangsur normal,” ujar Agung. (ant)





