ARM TURUN JALAN, INI TUNTUTAN MEREKA KE PEMERINTAH BOALEMO

Jumat, 14 Sep 2018
Dengarkan dgn suara Siap
7.7K pembaca

Laporan : Tim SMSI

Editor : Mahmud Marhaba

 

BOALEMO (KP) – Rancangan menggelar demo kepada Bupati Boalemo akhirnya terwujud. Dengan mengantongi rekomendasi izin menyampaikan pendapat di tempat umum dari pihak Kepolisian, konsentrasi masa pun berkumpul ba’da Sholat Jum’at. Gerakan aksi damai yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Melawan sasarannya adalah menurunkan Darwis Moridu dari jabatan Bupati boalemo saat ini.
Beberapa alasan meminta Bupati mundur disampaikan Raiz Nango, salah satu orator ARM menduga adanya indikasi penyerahan bantuan bibit yang mengatasnamakan pribadi. Dirinya juga menyoroti Bupati yang doyan melakukan mutasi, bahkan adanya indikasi diskriminasi dan intimidasi terhadap ASN, serta dugaan pelecehan terhadap pemangku adat, Jumat 14/09/2018).
Aksi yang terbilang cukup banyak itu diikuti oleh ribuan masa, yang terdiri dari gabungan Partai Politik, para tokoh masyarakat / pemuda dan tokoh pembentukan Boalemo serta relawan Aliansi Rakyat Melawan.
Berbeda dengan Hasmin, salah satu masa aksi yang tergabung dalam ARM menilai bahwa Bupati Boalemo, Darwis Moridu telah dibodohi oleh beberapa oknum pegawai yang gila dengan jabatan. Hasmin menilai bahwa ini adalah pendzholiman terhadap rakyat Boalemo.
“Bupati Boalemo telah dibodohi oleh oknum pegawai yang gila dengan jabatan, Bupati Boalemo hanya diperalat. Ada yang mencuci otak Bupati. Ini adalah pendzholiman terhadap rakyat,” ungkap Hasmin Amantulu.
Menariknya, dalam demo tersebut terlihat Calon Anggota DPRD Boalemo dari Partai Golkar yang juga sebagai Ketua Golkar saat ini. Lahmudin Hambali, mantan Wakil Bupati Boalemo periode 2012 – 2017, turun dan bergabung dengan aksi masa menyampaikan aspirasinya di depan kantor Bupati Boalemo. Dirinya menilai Bupati Boalemo yang juga merupakan rival beratnya waktu Pilkada kemarin, tidak mampu lagi membawa daerah ini menjadi lebih baik. Bahkan kebijakan mutasi yang kerap dilakukan secara terus menerus hanya menimbulkan efek negatif yang berimplikasi pada kestabilan daerah.
“Bupati Darwis Moridu tidak bisa melaksanakan amanahnya sebagai kepala daerah, olehnya kami meminta kepada Darwis Moridu turun dari jabatan Bupati Boalemo,” ungkap Lahmudin Hambali dengan suara lantang.
Masa aksi pun mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Tilamuta, menyampaikan indikasi hukum yang dilakukan oleh Bupati Boalemo seperti penyerahan bibit jagung yang mengatasnamakan pribadi. Massa aksi meminta kepada pihak Kejaaksaan untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan penyaluran bibit jagung oleh Dinas Pertanian.
Kejari Boalemo, Sudiyana Yoi Sangaji, menyambut baik aksi tersebut dan menegaskan siap untuk menindaklanjuti tuntutan masa aksi. Sudiyana juga mengatakan pihaknya sementara mengumpulkan data.
“Mengenai penanganan kasus bibit jagung, kami sementara mengumpulkan data – data dan bahan keterangan. Sebagian informasi kami sudah dapatkan dari kelompok tani yang ada di Wonosari. Ada yang menerima bibit jagung tidak sebagaimana mestinya dan ada yang tidak menerima sama sekali,” Ungkap Sudiyana.
Tidak cukup sampai disitu, massa aksi yang menamakan aksi 149 ini mendatangi kantor wakil rakyat. Berbagai persoalan yang sudah dilakukan oleh Bupati Boalemo yang menurut masa aksi sudah melanggar ketentuan perundang-undangan. Ilyas dukalang salah satu orator ARM mengatakan bahwa mutasi yang dilakukan hampir setiap bulan akan berdampak buruk bagi pemerintahan.
“Mutasi yang hampir setiap bulan dilakukan di Pemda Boalemo, sangat mempengaruhi roda pemerintahan yang berimbas pada penyerapan anggaran,” ungkap Ilyas. Mereka pun meminta agar DPRD melakukan hak angket meminta keterangan kepada Bupati atas laporan mereka.
Masa pun membubarkan diri dengan satu janji dimana akan kembali turun kejalan dengan jumlah masa lebih banyak lagi, jika aspirasi mereka tidak ditindaklanjuti oleh pihak Kejaksaan maupun DPRD. #SMSI.

No More Posts Available.

No more pages to load.