Arena Tinju dan Skatepark di Ciracas Jadi Strategi Tekan Tawuran Remaja

Senin, 18 Mei 2026
Pemkot Jakarta Timur bersama Pemprov DKI Jakarta meresmikan arena tinju dan skatepark di kolong flyover Susukan-Ciracas sebagai upaya menekan tawuran dan membina pemuda berprestasi. (Pemkot Jaktim)
Dengarkan dgn suara Siap
4.9K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Upaya Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dalam menekan angka tawuran melalui pendekatan olahraga mulai menunjukkan hasil positif. Arena tinju dan skatepark di kolong flyover Susukan-Ciracas resmi diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Senin (18/5/2026).

Fasilitas olahraga tersebut merupakan gagasan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin untuk mengubah kawasan rawan tawuran menjadi ruang pembinaan pemuda yang produktif dan berorientasi prestasi.

Dalam sambutannya, Pramono Anung mengapresiasi langkah Munjirin yang dinilai berhasil membangun pendekatan persuasif kepada kelompok pemuda di Jakarta Timur. Ia menyebut intensitas tawuran di sejumlah wilayah mulai menurun setelah hadirnya ruang aktivitas positif bagi anak muda.

“Tempat seperti ini diharapkan bisa menjadi wadah penyaluran energi anak-anak muda agar lebih produktif, tidak lagi tawuran, dan ikut menjaga Jakarta,” ujar Pramono.

Keberhasilan program tersebut bahkan mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merencanakan pembangunan fasilitas serupa di kawasan Kampung Melayu sebagai bagian dari pembinaan pemuda di titik rawan konflik lainnya.

Munjirin menjelaskan, ide pembangunan arena tinju muncul dari diskusi bersama forum pemuda pada akhir Desember 2025. Dari berbagai masukan yang diterima, pemerintah memilih menghadirkan fasilitas olahraga sebagai solusi konkret untuk menekan tawuran.

Menurutnya, kawasan kolong flyover Susukan-Ciracas sebelumnya dikenal sebagai lokasi berkumpul pemuda yang rawan konflik.

“Sekarang ego dan energi besar anak-anak muda itu tidak lagi disalurkan di jalanan, tetapi dipindahkan ke dalam ring tinju resmi dan arena skatepark,” kata Munjirin.

Pemkot Jakarta Timur juga menggandeng komunitas tinju profesional untuk memperkuat pembinaan atlet muda. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet potensial sekaligus mempererat solidaritas antarpemuda.

Data Pemerintah Kota Jakarta Timur mencatat sepanjang 2025 terjadi 132 kasus tawuran. Namun hingga Mei 2026, jumlah kasus menurun menjadi 17 kejadian setelah dilakukan pembinaan dan optimalisasi ruang publik.

“Ini bukan hanya soal olahraga, tetapi bagaimana ruang publik dimanfaatkan untuk membangun karakter, solidaritas, dan masa depan anak-anak muda Jakarta Timur,” tambahnya.

Ring tinju yang dibangun melalui swadaya masyarakat mulai digunakan sejak Januari 2026 dengan luas area sekitar 247 meter persegi. Sementara skatepark berstandar internasional yang telah berdiri sejak 2019 memiliki luas sekitar 1.164 meter persegi hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta bersama LABSKATE.

Kawasan tersebut kini menjadi pusat aktivitas olahraga komunitas seperti skateboard, BMX, inline skate, hingga otopet, serta menjadi daya tarik bagi atlet lokal maupun internasional.

Selain mendukung pembinaan olahraga, pemanfaatan kolong flyover dinilai berhasil mempercantik kawasan kota dan mengubah ruang publik pasif menjadi area yang lebih aman dan produktif bagi masyarakat.

Turut hadir dalam peresmian tersebut sejumlah pejabat dan anggota DPRD DKI Jakarta, di antaranya Manuara Siahaan, Ryan Kurnia Ar Rahman, Muhammad Thamrin, Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Kusmanto, serta Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Eka Darmawan.

No More Posts Available.

No more pages to load.