Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, Status Siaga Tetap Dipertahankan

Senin, 18 Mei 2026
Gunung Semeru erupsi pada Minggu malam (17/5/2026). ANTARA/HO-PVMBG
Dengarkan dgn suara Siap
3.1K pembaca

LUMAJANG (kabarpublik.id) – Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih tergolong tinggi selama sepekan terakhir. Karena itu, status gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut tersebut tetap berada pada Level III atau Siaga.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan aktivitas Gunung Semeru pada periode 8–15 Mei 2026 masih didominasi proses permukaan.

“Semeru pada periode 8–15 Mei 2026 memperlihatkan bahwa aktivitasnya masih didominasi oleh proses permukaan,” kata Lana dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin (18/5/26).

Ia menjelaskan aktivitas erupsi, awan panas, dan guguran lava masih terus terjadi. Namun, pengamatan visual sering terkendala cuaca berkabut di sekitar gunung.

Menurutnya, akumulasi material hasil erupsi, aliran lava, serta pembentukan scoria cone berpotensi memicu guguran lava pijar maupun awan panas.

Selain itu, data kegempaan menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih relatif tinggi, terutama gempa letusan, guguran, embusan, tremor harmonik, dan vulkanik dalam.

Badan Geologi juga mencatat adanya getaran banjir yang mengindikasikan terjadinya aliran lahar di sejumlah sungai berhulu di Gunung Semeru, khususnya menuju aliran Besuk Kobokan.

Hasil evaluasi pemantauan menunjukkan awan panas yang terjadi saat ini merupakan dampak material permukaan yang tidak stabil dan bukan dipicu aktivitas magmatik baru.

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 15 Mei 2026, tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III atau Siaga,” ujarnya.

Badan Geologi mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap lontaran batu pijar,” kata Lana.

Ia meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

No More Posts Available.

No more pages to load.