HCC: 60 Persen Anak Muda Memilih Swadiagnosis  “Internet” Saat Sakit

Kamis, 14 Mei 2026
Ketua Peneliti dan Pendiri Health Collaborative Center (HCC) dr. Ray Wagiu Basrowi di Jakarta, Rabu (13/5/2026). (ANTARA)
Dengarkan dgn suara Siap
7.1K pembaca

JAKARTA  (Kabarpublik.id) – Studi terbaru dari Health Collaborative Center (HCC) menunjukkan hampir 60 persen anak muda usia di bawah 40 tahun memilih swadiagnosis terlebih dahulu ketika mengalami keluhan kesehatan, dan tidak langsung berkonsultasi ke dokter atau fasilitas kesehatan.

Swadiagnosis saat ini sudah menjadi bagian dari budaya kesehatan generasi urban. Internet, mesin pencari berbasis AI, media sosial, hingga pengalaman orang lain kini menjadi “dokter pertama” bagi banyak anak muda sebelum mereka datang ke fasilitas kesehatan, kata Ketua Peneliti dan Pendiri HCC dr. Ray Wagiu Basrowi.

Ray di Jakarta, Rabu (13/5), mengatakan bahwa fenomena swadiagnosis atau self-diagnosis di kalangan anak muda urban Indonesia kini menjadi perhatian serius. Menurut HCC, hal ini menggambarkan adanya kelelahan sistemik (system fatigue) di masyarakat urban modern.

“Sebagian masyarakat merasa datang ke fasilitas kesehatan membutuhkan waktu panjang, antre, biaya tambahan, dan energi emosional. Akhirnya internet dianggap lebih praktis, lebih cepat, lebih murah, dan terasa lebih personal,” ujar dia.

Penelitian itu dilakukan pada Maret–Mei 2026 melalui pendekatan mixed-method yang melibatkan survei terhadap 448 responden urban dari berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta.

Pihaknya menemukan bahwa Google dan mesin pencari berbasis AI menjadi sumber utama swadiagnosis, diikuti situs kesehatan dan konten digital lainnya. Keluhan yang paling sering dicari berkaitan dengan gangguan pernafasan dan kardiovaskular, pencernaan, hingga masalah psikologis.

Fenomena itu sejalan dengan istilah global cyberchondria, yaitu kondisi meningkatnya kecemasan kesehatan akibat pencarian informasi medis secara berlebihan di internet.

Yang menjadi perhatian, katanya, studi ini juga menemukan bahwa ternyata 36 persen responden langsung melakukan swamedikasi atau mengobati diri sendiri tanpa ke dokter, serta 27 persen mengabaikan resep dokter karena bertentangan dengan informasi internet.

Menariknya, studi ini juga menemukan bahwa 57 persen hasil swadiagnosis ternyata dikonfirmasi benar oleh dokter. Menurut dr. Ray, temuan itu menjelaskan mengapa perilaku swadiagnosis semakin menguat.

“Ketika seseorang merasa hasil pencarian internetnya beberapa kali terbukti benar, maka kepercayaan terhadap proses swadiagnosis akan meningkat. Ini bisa membentuk ilusi kompetensi medis semu di masyarakat, karena sebenarnya yang dianggap cocok dengan dokter itu bisa jadi hanya hasil skrining risiko penyakit dan bukan diagnosis,” katanya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa responden dengan riwayat penyakit kronis memiliki kemungkinan 2,5 kali lebih besar melakukan swadiagnosis dibanding kelompok lainnya.

Penelitian juga menemukan bahwa lebih dari separuh responden merasa swadiagnosis lebih nyaman dibanding datang langsung ke fasilitas kesehatan karena dianggap lebih praktis, lebih hemat biaya, dan tidak perlu antre.

Ray menilai, fenomena itu menjadi sinyal penting bahwa sistem kesehatan modern tidak lagi hanya bersaing dengan penyakit, tetapi juga dengan banjir informasi digital.

“Ke depan, tantangannya bukan melarang masyarakat mencari informasi kesehatan di internet. Itu hampir mustahil. Tantangannya adalah bagaimana negara, tenaga kesehatan, platform digital, dan institusi pendidikan membangun literasi kesehatan digital yang sehat dan bertanggung jawab,” katanya.

HCC menilai bahwa peningkatan literasi kesehatan digital perlu menjadi agenda nasional baru, terutama di era AI dan algoritma media sosial yang semakin memengaruhi keputusan kesehatan masyarakat sehari-hari.

Penelitian itu juga memperlihatkan bahwa meskipun kepercayaan terhadap dokter masih relatif tinggi, masyarakat kini semakin menjadikan internet sebagai alat rekonfirmasi terhadap diagnosis dan terapi medis. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.