Laporan : Ganjar Gandapraja (JMSI), Editor : Jumadi / Mahmud
BANDUNG [KP] – Dari 1500 orang wisatawan yang berkunjung ke pusat pariwisata di Jawa Barat (Jabar), terdapat 88 orang diantaranya yang reaktif corona dan mayoritas berasal dari DKI Jakarta.
Hal itu dikemukakan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil pada rapat ‘Evaluasi Pencegahan Penyebaran Covid-19’ bersama Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Satgas Gugus Tugas Covid-19 dan Forkopimda Provinsi Jabar bertempat di Ruang Siliwangi Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh No. 69 Kota Bandung, Senin (22/06/2020).
“Kita mengetes diatas 1.500 dan didapati 88 wisatawan itu reaktif mayoritas dari Jakarta, sehingga saya menghimbau untuk menahan diri dikawasan puncak karena kami akan terus meningkatkan kewaspadaan karena ada berita juga beberapa wisatawannya balik kanan, apapun itu kita ingin ekonomi di Jawa Barat di Puncak, Bogor, Cianjur dan pariwisata lainnya aman terkendali.
Sehingga yang 88 itu akan dilakukan folow up dan test swab,” ujarnya.
Lebih lanjut Emil menjelaskan dalam minggu ini mendapati ekonomi sudah bergerak.
“Monitoring dari kami protokol-protokol kesehatan kami sampling di Kabupaten Bandung Barat, di Pangandaraan dan kemarin di Kabupaten Bandung dari mulai kedatangan sudah pengetesan suhu, antrian berjarak dan tiket sudah online dikasih jarak silang merah untuk yang tidak diduduki buktikan kepatuhan dari masyarakat,” jelasnya.
Karenanya, imbuh Emil, wisatawan sementara hanya diizinkan dari Jabar.
“Saya menghimbau sebelum ada instruksi maka yang namanya wisatawan yang diperbolehkan sementara masih dari wilayah Jawa Barat saja untuk menjaga proses pentahapan yang kita lakukan,” tegasnya. #*[KPJabar-Pendam Siliwangi].





