Maluku Utara [kabarpublik.id] – Badan Narkotika Nasional (BNN) Maluku Utara menggelar pelatihan pengembangan Soft Skill kepada SMP dan SMA sederajat di SMA Islam Kota Ternate, Kota Ternate Tengah, Jumat, 22 Juli 2022 Waktu Indonesia Timur (WIT).
H. Haeruddin Umaternate, Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba, BNN Maluku Utara usai dari pelatihan menjelaskan bahwa, tujuan dari Soft Skill ini dalam rangka bagaimana menyiapkan lingkungan sekolah bersih dari narkoba. Ini menindaklanjuti program dari BNN pusat dan Instruksi Presiden Nomor 2 2020.
“Tentang rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Ini adalah satu – satunya cara yang paling efektif untuk pencegahan narkoba melalui dunia pendidikan, makanya pelatihan Soft Skill ini diarahkan kepada tenaga – tenaga pengajar,” ucapnya kepada media ini.

Tahun lalu, ia mengungkapkan, pihaknya fokus ke guru-guru SMP, sekarang ke guru – guru SMA sederajat, dengan harapan mereka meneruskan informasi pencegahan narkoba ini sampai ke anak – anak murid, yang disesuaikan dengan mata pelajaran masing – masing, seperti mata pelajaran Agama, Biologi dan lain – lain.
Selain itu, untuk di tahun 2022 ini H. Haeruddin mengatakan, BNN Maluku Utara tetapkan ada tiga kelurahan di Kota Ternate yang bersih dari narkoba, yakni Kelurahan Kalumata, Stadion, dan Sulamadaha. Makanya BNN fokus melaksanakn Soft Skill ini di SMA Islam, Kelurahan Stadion, Ternate Tengah, sebab di Ternate Tengah ada SMA Islam, SMA Bintang Laut, dan SMK Binter.
“Makanya kami gabung pesertanya sebanyak 30 orang guru dari tiga sekolah tersebut. Pelatihan Soft Skil ini dilaksanakan mulai kemarin, Kamis 21 hingga Jumat 22 Juli. Jadi kegiatannya dua hari.Harapan saya, selesai dari pelatihn, ilmu yng di dapat lewat Soft Skill ini, mereka melanjutkan bagaimana melakukan pencegahan narkoba dengan baik kepada siswa,” ujar H. Haeruddin.
Selanjutnya, rehabilitasinya, pemberantasannya, serta bagaimana seorang guru dapat mengkomunikasikan pencegahan narkoba dengan baik kepada siswa, dan bagaimana cara penanganan ketika ada penyalahgunaan itu narkoba dan sekolah dari aspek psychology cara pendekatan pencegahan narkoba.
Sekadar diketahui bahwa, selesai dari Soft Skill
H. Haeruddin Umaternate, Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba langsung menyerahkan Sertifikat pelatihan kepada 30 orang guru.






