Laporan : Yadi / Editor : YR
MALUKU UTARA [Kabarpublik.id] – Sebanyak kurang lebih 112 siswa SMK Negeri 4 Kota Ternate Maluku Utara telah selesai melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) tahun 2021, Jum’at (8/10/2021).
Ujian yang dilaksanakan terhitung mulai dari Senin tanggal 4 hingga Jum’at 8 Oktober dengan menggunakan sistem daring dan luring itu berjalan aman dan lancar tanpa ada kendala apa pun.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 4 Kota Ternate, Drs. Kamaludin Ahmad, MM mengatakan bahwa, Ujian Tengah Semester ini adalah program rutinitas sekolah,dan ini sudah menjadi hal biasa.
“Alhamdulillah UTS mulai dari persiapan sampai pada pelaksanaan hingga selesai hari ini, berjalan aman dan lancar tanpa ada gangguan jaringan dan sebagainya,” ucap Kamaludin di ruang kerjanya.
Mantan Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Kota Ternate itu menjelaskan, UTS ini dilaksanakan karena sebagai bahan evaluasi berapa pencapaian kompetensi dasar dan kompetensi IT atau Nilai Kompetensi Individu (NKI) yang telah dilaksanakan oleh dewan guru.
Sambung, dan harapan di siswa seperti apa, pendekatan itu yang dipakai oleh sekolah. Ia katakan, jadi dari kelas X-XII dari jumlah siswa yang kurang lebih 112 orang itu sesuai dengan harapan dan target sekolah.
Selain itu, di dalam pelaksanaan UTS ini menggunakan sistem online dan luring.
Kemudian ruangan yang dipakai dalam ujian ini ada dua ruangan Laboratorium Komputer. Dimana satu ruangan itu di isi 20 siswa, sementara ruangan yang satunya ditempati kurang lebih 30 orang
“Nah, jadi UTS ini menggunakan sistem shift, terbagi dalam dua shift, yaitu shift pagi kelas XI dan kelas XII. Sedangkan shift siang kelas X karena 50 orang,” ungkapnya sembari berharap, insyallah tahun – tahun depan ada peningkatan siswa.
Dan disisi yang lain juga pengembangan infrastruktur berkaitan peningkatn mutu pun itu harus sekolah menyediakan. Kan kalau terjadi peningkatan siswa, tapi di sisi lain tidak ada peningkatan sarana prasarana penunjang dalam rangka peningkatan mutu kadang kala juga tidak bisa maksimal.
“Saya memberikn contoh masalah kami punya laboratorium komputer, selain dari isinya maupun laptopnya itu harus ada engineering atau ada maintenance, supaya dia bisa maksimal. Maka itu yng peru kami siap kan. Itu harapan saya kedepan.
Supaya kalau memang kondisi ini belum terlalu stabil kita belajar masih melalui daring.Berarti kita bisa maksimal sarana prasarana yang telah saya sampaikan tadi,” paparnya.
Pria dengan memiliki segudang pengalaman di bidang pendidikan itu juga menambahkan, kemudian untuk ruangan-ruangan praktek siswa, ia juga membutuhkan ruangan praktek yang representatif untuk jurusan Nautika.
“Ya kalau boleh kedepan itu LSP atau
lembaga sertifikasi profesi untuk simulator dan sebagainya, agar supaya benar- benar kedepan kita menyiapkan tamatan yang berkompeten di masing-masing bidangnya,” jelas Kamaludin. #[KP]





