TNI Tindak Jeki Murib, Tokoh OPM Kodap Ilaga, dalam Operasi di Puncak Papua

Selasa, 28 Apr 2026
Koops TNI Habema menindak Jeki Murib, tokoh OPM Kodap Ilaga, dalam operasi di Puncak Papua. TNI sebut langkah ini bagian dari OMSP untuk menjaga keamanan. (Sumber: Puspen TNI)
Dengarkan dgn suara Siap
19.1K pembaca

PAPUA (kabarpublik.id) – Komando Operasi TNI Habema melaporkan telah melakukan penindakan terhadap Jeki Murib dalam operasi di Kampung Pinapa, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua, pada 20 April 2026.

Jeki Murib disebut sebagai Danops Kepala Air kelompok bersenjata OPM Kodap XVIII/Ilaga. Ia diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan di wilayah Puncak dan Mimika, termasuk gangguan terhadap objek vital nasional PT Freeport Indonesia.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Berdasarkan data yang disampaikan, sejumlah insiden yang dikaitkan dengan Jeki Murib antara lain pembakaran kompleks menara di Kampung Kago, Distrik Ilaga pada Agustus 2023, serta penganiayaan dan pembunuhan terhadap pekerja pembangunan puskesmas di Kampung Eromaga, Distrik Omukia pada Oktober 2023.

Ia juga diduga terlibat dalam penembakan di Bandara Aminggaru pada Juni 2025, penyanderaan 18 karyawan PT Freeport Indonesia di Tower 270, Distrik Tembagapura pada Januari 2026, serta penyerangan terhadap anggota Koramil Tembagapura yang menyebabkan seorang warga sipil terluka pada Februari 2026.

Selain itu, Jeki Murib dikaitkan dengan penembakan terhadap dua karyawan PT Freeport Indonesia di area Grasberg serta penyerangan terhadap aparat kepolisian saat proses evakuasi korban pada Maret 2026. Rangkaian peristiwa tersebut dinilai berdampak pada meningkatnya gangguan keamanan dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M. Wirya Arthadiguna, menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari tugas TNI dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025.

“Operasi ini dilaksanakan sebagai bagian dari penanganan kelompok separatis bersenjata dan untuk menjaga stabilitas keamanan,” ujarnya melalui siaran pers, Selasa (28/4/26).

Ia menambahkan, langkah tersebut juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 yang menekankan pendekatan terpadu antara aspek keamanan dan kesejahteraan di Papua.

Koops TNI Habema menegaskan bahwa operasi dilakukan secara terukur dan profesional dengan mengutamakan keselamatan warga sipil. TNI juga mengajak pihak-pihak yang masih terlibat dalam kelompok bersenjata untuk menghentikan aksi kekerasan dan kembali ke masyarakat guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Papua.

No More Posts Available.

No more pages to load.