Laporan : Iswadi
Editor : YR
MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Meningkatkan dan menambah pengetahuan, ketrampilan dan sikap masyarakat dibidang tekhnik budidaya pohon gaharu maka dari Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Maluku Utara gelar Pelatihan kepada KPH dan juga dari Kelompok Tani Hutan ( KTH ) yang bertempat di Hotel Sahid Bela Ternate, Selasa (24/05/2022).
Kepada Media Kabarpublik.id, Ketua Panitia pelaksanaan kegiatan Pelatihan bidang tekhnik budidaya Gaharu, Rizal Bachdar, S. Hut menuturkan bahwa pelaksanan pelatihan ini berdasarkan Peraturan Kepala Pusat Pelatihan Masyarakat dan pengembangan generasi lingkungan Nomor : 26/LATMAS/PPM/SDM.2/5/2018 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Budidaya Pohon penghasil Gaharu.
“Merujuk dari Peraturan Kepala Pusat Balai pengembangan generasi lingkungan maka kami dinas terkait (Dishut) menggelar pelatihan kepada seluruh KPH dan juga juga Kelompok Tani Hutan bidang tekhnik budidaya pohon gaharu,”Tuturnya
Rizal juga menjelaskan, kegiatan Pelatihan ini berjumlah 30 peserta yang terdiri dari KPH dan juga dari kelompok – kelompok tani hutan dan kegiatan ini berlangsung empat hari mulai dari tanggal 23 sampai dengan 26 Mei 2022.
“Kegiatan pelatihan ini di buka oleh kepala Dinas Kehutan yang di wakili oleh sekertaris dinas dan ada 30 perseta, waktu pelaksanaan 4 hari dihitung dari tanggal 23 sampai dengan 26 Mei 2022,”Ungkapnya.
Di acara pelatihan tersebut, Sekertaris Dinas Kehutanan Achmad Zaki mewakili Kepala Dinas membacakan sambutan sekaligus membuka kegiatan pelaksanaan Pelatihan.
Dalam sambutannya kepala dinas mengatakan, Hutan memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan semua orang hingga 25 persen dari semua obat obat adalah nabati. di negara berkembang, kontribusinya mencapai 80 persen Hal ini telah banyak bukti manfaat dari sumber genetik hasil hutan untuk kebutuhan pangan dan farmasi.
“Beberapa penelitian telah membuktikan manfaat dari pemanfaatan sumber daya genetik hasil
hutan untuk kebutuhan pangan dan farmasi. Hutan juga memainkan peran penting dalam pengentasan kemiskinan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” Ujarnya
Luas hutan Provinsi Maluku Utara seluas 1,55 juta Ha, memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi dan tersebar di hampir seluruh pulau. Hutan di Provinsi Maluku Utara berpotensi menghasilkan HHBK yang
cukup besar.
“Hutan di Provinsi Maluku Utara berpotensi menghasilkan HHBK yang cukup besar. Beberapa jenis HHBK memiliki nilai cukup tinggi baik di pasar domestik maupun di pasar global antara lain Gaharu, Damar, Rotan, Bambu, minyak Atsiri, dan lain lain. Secara ekonomis HHBK memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpeluang untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan,” Tandasnya
Kadishut menambahkan, Upaya pengembangan HHBK perlu dilakukan secara berkelanjutan, mengingat komoditas HHBK sangat beragam di setiap daerah dan banyak melibatkan berbagai pihak dalam
memproses hasilnya.
“Pemanfaatan dan Pengolahan HHBK dapat membantu masyarakat mendapatkan sumber mata pencaharian yang lebih beragam tanpa merusak hutan. Jangka waktu panen HHBK yang lebih singkat akan besar peranannya dalam mempertahankan eksistensi hutan karena masyarakat tetap mempunyai sumber pendapatan lain dari hutan,” Lanjutnya
Diakhir sambutannya Kadishut Provinsi Malut dalam sambutan tertulis yang dibacakan sekertaris dinas tersebut mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Balai Diklat kementrian lingkungan hidup dan kehutanan yang telah melakukan kegiatan pelatihan budidaya Hasil Hutan Bukan Kayu ( HHBK ).
“Selaku pemerintah sangat berterima kasih kepada Balai Diklat Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Makassar yang telah menugaskan Widiaswaranya sebagai Narasumber pada kegiatan Pelatihan Budidaya HHBK Gaharu ini,” Tutupnya. #[KP]





