Semeru Erupsi, Status Awas!

Kamis, 20 Nov 2025
Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali erupsi. Repro
Dengarkan dgn suara Siap
8.6K pembaca

LUMAJANG (kabarpublik) – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menerbitkan Surat Edaran No 6/2025 terkait Tanggap Darurat Bencana Alam Erupsi Gunung Semeru, seiring meningkatnya status Gunung Semeru menjadi Awas atau Level IV, Rabu (19/11/2025), sejak pukul 17.00 WIB.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengirim surat edaran itu kepada seluruh kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, serta masyarakat di kawasan terdampak.

Penetapan status tanggap darurat bencana alam erupsi Gunung Semeru ditandai terbitnya Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/595/KEP/427.12/2025, yang berlaku 7 hari, mulai 19 hingga 25 November 2025.

β€œIni langkah cepat dan terpadu menghadapi dampak erupsi,” kata bupati, di Lumajang, Rabu malam (19/11/2025), sembari mengatakan, tingkat ancaman tertinggi terutama dialami warga di lereng dan sekitar kawasan gunung.

“Semua camat dan kepala desa agar mengamankan serta mengarahkan warga, sambil terus koordinasi dengan aparat lain, agar langkah penanganan berjalan optimal,” tambahnya.

Dia juga mengimbau agar masyarakat menjauhi daerah rawan terdampak serta memeriksa informasi dari media resmi, serta hindari penyebaran berita yang belum pasti kebenarannya, agar tidak timbul kepanikan.

Bunda Indah, demikian sapaan akrabnya, juga mengatakan, surat edaran merupakan pedoman bagi seluruh perangkat daerah dan masyarakat agar tanggap terhadap potensi bahaya dan bisa mengambil langkah aman secara cepat

Pemkab juga mengimbau agar masyarakat mematuhi arahan resmi, menjaga komunikasi, dan tetap berada di lokasi aman sampai kondisi stabil.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan mematuhi arahan pemerintah. Koordinasi antara desa, kecamatan, dan pemerintah kabupaten terus diperkuat, agar tidak ada warga di zona merah.

Menurutnya, penetapan status tanggap darurat bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bentuk nyata kepedulian dan perlindungan kepada masyarakat.

Melalui koordinasi yang kuat serta kesiapsiagaan yang matang dan partisipasi warga, dampak bencana diharapkan bisa diminimalisasi.

Awan Panas

Pada bagian lain dikabarkan, sepasang suami istri yang menjadi korban awan panas dirujuk ke RS Pasirian, akibat mengalami luka bakar sekitar 20 persen.

Pasangan itu berasal dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang terjatuh di Jembatan Gladak Perak akhirnya. Saat berita ini ditulis, keduanya sudah dirujuk ke Rumah Sakit Pasirian, Kabupaten Lumajang.

No More Posts Available.

No more pages to load.