Laporan : Yadi
Editor : YR
MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Peta arahan pelaksanaan aksi mitigasi Indonesia’s Forestry And Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 merupakan peta hasil yang ditujukan untuk dipergunakan sebagai referensi keruangan dari rencana operasional Indonesia FOLU Net Sink.
Peta ini diperoleh dengan menggunakan tiga data utama dengan pemuktahiran dari beberapa peta tematik yang menggambarkan kondisi kekinian atau updated suatu wilayah yang sudah dituangkan dalam Rencana Operasional (RO).
Demikian dijelaskan oleh Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan (BPKHTL) Wilayah VI Manado Victor W. Rante Lembang, pada kegiatan Worshop ke I Penyusunan Rencana Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Sektor Kehutanan dan lahan merupakan sektor yang memberikan sumbangan terbesar untuk pengurangan emisi. Sehingga, diharapkan dengan program ini secara Nasional Tahun 2030 kita sudah memiliki emisi yang nol,” ucapnya di Muara Hotel Ternate, Kamis (23/02/2023)
Artinya, tingkat emisi itu sama dengan penyerapannya atau penyerapan lebih besar dari emisi. Maka dari itu, pelaksanaan Worshop ini adalah tindaklanjut untuk penyusunan Rencana Operasional FOLU Net Senk 2030.

“Sasaran yang ingin di capai dalam pelaksanaan Worshop ini, yaitu tercapainya daftar PIC aksi mitigasi, kesepakatan, outline renja, pencermatan lokus shp untuk kesepakatan kerja, dan tim kerja yang nantinya dapat bersinergi dalam tercapainya Net Sink 140 juta ton CO2e atau emisi negatif sebesar 140 juta ton CO2e pada tahun 2030 mendatang,” ujar Victor W. Rante.
Dikatakan, untuk mendukung net zero emmision sektor kehutanan, serta memenuhi targe NDC yang menjadi kewajiban nasional Indonesia sebagai konstribusi bagi agenda perubahan iklim global, dengan memperhatikan visi Indonesia yang lebih ambisius dalam dokumen Long Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) dan Enhanced Nationally Determined Contributions atau NDCs. #[KP]





