JAKARTA (kabarpublik.id) – Pramono Anung menghadiri Forum Orientasi Penerima Baru Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap II Tahun 2025 di Balai Kota Jakarta, Kamis (19/2/2026). Dalam forum tersebut, ia memberikan motivasi kepada ribuan mahasiswa penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan pendidikan secara maksimal.
Sebanyak 100 mahasiswa penerima baru hadir langsung dari tujuh perguruan tinggi di Jakarta. Sementara sekitar 500 mahasiswa lainnya dari berbagai kampus luar DKI Jakarta mengikuti kegiatan secara daring.
Pramono menyampaikan selamat kepada seluruh penerima yang telah lolos seleksi ketat dan objektif. Ia menegaskan pendidikan menjadi kunci utama dalam meningkatkan taraf hidup keluarga.
“Gunakan kesempatan ini untuk diri sendiri, keluarga, dan masa depan. Pendidikan adalah cara paling efektif untuk mengubah nasib,” ujar Pramono.
Menurutnya, program KJMU tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga pembinaan, pendampingan, serta penguatan karakter dan kepemimpinan mahasiswa.
Ia meminta para penerima menjaga prestasi akademik, menyelesaikan studi tepat waktu, serta menjunjung tinggi integritas dan disiplin. Mahasiswa juga didorong aktif dalam organisasi untuk membentuk kapasitas kepemimpinan.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta menargetkan perluasan cakupan KJMU hingga jenjang S2 dan S3 agar akses pendidikan tinggi semakin berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyatakan KJMU Tahap II 2025 memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam memastikan keberlanjutan pendidikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Ia juga mendorong pembentukan Forum KJMU di setiap perguruan tinggi sebagai wadah komunikasi, penguatan jejaring, serta pengembangan kepemimpinan mahasiswa.
Salah satu penerima baru, Galih Hidayatulloh dari Universitas Indonesia, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Ia menyebut KJMU membantunya melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya.
Data Penerima KJMU 2025
Pada Tahap II Tahun 2025, KJMU diberikan kepada 16.920 mahasiswa yang tersebar di 97 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia dan 17 perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta. Dari jumlah tersebut, 2.524 merupakan penerima baru dan 14.396 penerima lanjutan.
Sebelumnya, pada Tahap I, bantuan telah disalurkan kepada 16.979 mahasiswa.






