Prabowo: Terima Kasih PDIP…

Rabu, 20 Mei 2026
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. ANTARA FOTO
Dengarkan dgn suara Siap
4.2K pembaca
JAKARTA  (Kabarpublik.id) – Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya saat Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu, mengucapkan terima kasih kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) karena saat ini menjadi satu-satunya partai di parlemen yang berada di luar pemerintahan.

Menurut Prabowo, PDIP telah berjasa untuk menjaga demokrasi di Indonesia, karena adanya oposisi memastikan adanya check and balance, terutama terhadap lembaga-lembaga eksekutif yang menjalankan pemerintahan.

“Tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah, dan saya hormati, saya hargai itu, demokrasi kita perlu check and balance, saya faham dan mengerti, PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah, saya mengerti itu, sebenernya, saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. ​​​​​​Saudara berjasa untuk demokrasi kita,” kata Presiden Prabowo di hadapan 400 lebih anggota DPR RI dan sejumlah pejabat negara saat Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, Rabu.

Prabowo melanjutkan dirinya meyakini setiap pemimpin harus mau dan dapat dikritik, lembaga-lembaga pemerintah harus diawasi kerjanya. Prabowo juga mengakui jika semua partai mendukung pemerintah, tentu itu tidak baik untuk Indonesia sebagai negara yang menganut asas demokrasi.

“Kadang-kadang saya malem-malem sebelum tidur, pilu hati saya, ini anggota PDIP, ini kritiknya kadang-kadang keras banget, tetapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya, ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tetapi sebenarnya dia menyelamatkan kita,” ujar Presiden.

“Jadi, saya terima kasih, saya hormati pengorbanan kalian,” sambung Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga mengungkap dirinya telah memberi instruksi kepada jajaran menterinya untuk tidak menghambat perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan PDIP manakala mereka ingin mengikuti tender dari pemerintah.

“Tanya, saya selalu mengatakan, menteri-menteri minta petunjuk: Pak ini bagaimana Pak? Ada proyek, ada tender. Tetapi ini di belakangnya ada PDIP. Benar? Ayo menteri-menteri benar kan. Tetapi apa jawaban saya? Tidak ada masalah! Kalau dia menang, menang aja, jangan lihat latar belakangnya,” kata Presiden Prabowo yang disambut riuh tepuk tangan anggota dewan di Gedung Nusantara.

Prabowo menjelaskan dirinya berbuat demikian karena meneladani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Waktu saya gak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi. Gak, saya mau terbuka, saya gak berkuasa waktu itu alias luntang lantunglah. Ibu Megawati Soekarnoputri intervensi mengatakan: Kalau memang Prabowo yang menang tender itu, jangan diganggu, diteruskan. Saya sekarang mengikuti contoh Beliau, saya sekarang Presiden, tidak boleh kita lihat latar belakang politik, kalau dia bener, dia menang dengan bener harus kita berikan saudara-saudara,” kata Prabowo Subianto. (ant)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.