News Update
Live Update Berita Terkini

Polisi Redam Bentrokan Dua Kelompok Warga di Nabire, 11 Orang Terluka

Sabtu, 17 Okt 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Pihak Polres Nabire bersama kepala suku dan tokoh masyarakat saat mendamaikan dua kelompok yang berkonflik di Nabire, Sabtu (17/10/2026) sore. ANTARA/Ali Nur Ichsan
Dengarkan dgn suara Siap
3.4K pembaca

NABIRE (kabarpublik.id) – Kepolisian Resor (Polres) Nabire, Papua Tengah, berhasil meredam bentrokan dua kelompok warga yang berpotensi berkembang menjadi konflik antarsuku. Insiden tersebut menyebabkan 11 orang terluka dan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan.

Wakil Kepala Polres Nabire, Kompol Henri Alfredo Korwa, mengatakan bentrokan terjadi di kawasan Bumiwonorejo, Nabire, sejak Jumat (16/10/2026) malam hingga Sabtu (17/10/2026) pagi.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Keributan berlangsung di sekitar SMP Negeri 2 Nabire dan SD Inpres Bumiwonorejo, Jalan Perintis.

Untuk mencegah konflik meluas, polisi segera melakukan mediasi dengan melibatkan kepala suku dan tokoh masyarakat dari kedua kelompok.

“Kami sudah mempertemukan kedua kelompok bersama kepala suku dan akhirnya mereka sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dengan tidak memperpanjang kejadian kemarin,” kata Henri di Nabire, Sabtu (17/10/2026).

Bentrokan Sebabkan 11 Orang Terluka

Selain mengakibatkan 11 orang terluka, bentrokan tersebut menyebabkan kerusakan pada satu kendaraan milik petugas. Sebanyak tujuh kendaraan umum juga terdampak dalam insiden tersebut.

Setelah proses mediasi menghasilkan kesepakatan damai, kepolisian bersama tokoh masyarakat menyampaikan hasil pertemuan kepada masing-masing kelompok.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pihak memahami dan mematuhi kesepakatan sehingga tidak terjadi aksi balasan.

Meski situasi mulai terkendali, aparat kepolisian tetap meningkatkan pengamanan di sekitar lokasi bentrokan.

Sebanyak 100 personel gabungan dari Polres Nabire dan Brimob Batalyon A Polda Papua Tengah dikerahkan pada Sabtu sore.

Menurut Henri, petugas telah melakukan penjagaan sejak pagi dan tetap disiagakan hingga malam untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan.

Polisi Dalami Dugaan Konflik Akibat Persoalan Sampah

Terkait penyebab bentrokan, Henri menjelaskan bahwa kepolisian masih mengumpulkan informasi dan melakukan pemeriksaan di lapangan.

Berdasarkan keterangan awal, perselisihan kedua kelompok diduga dipicu kesalahpahaman mengenai sampah rumah tangga yang dibuang ke halaman.

Namun, polisi belum dapat memastikan apakah persoalan tersebut menjadi penyebab utama bentrokan.

“Untuk penyebab pastinya masih kami dalami. Informasi awal memang ada miskomunikasi terkait sampah rumah tangga yang dibuang ke halaman. Namun, prinsipnya kami masih melakukan pengecekan di lapangan,” ujar Henri.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama kabar yang beredar melalui media sosial.

Warga juga diminta tidak menyebarkan isu yang berpotensi memperkeruh keadaan serta menyerahkan penanganan konflik kepada aparat keamanan.

Kedua Kelompok Sepakati Empat Poin Perdamaian

Melalui mediasi yang difasilitasi kepolisian dan tokoh adat, kedua kelompok warga akhirnya menandatangani surat pernyataan damai.

Kesepakatan tersebut memuat empat poin utama, yakni:

  1. Kedua kelompok sepakat menyelesaikan perselisihan secara kekeluargaan.
  2. Masing-masing pihak bersedia saling meminta maaf.
  3. Kedua kelompok bertanggung jawab atas korban dan kerusakan barang di pihak masing-masing.
  4. Apabila terjadi insiden baru setelah kesepakatan, peristiwa tersebut dianggap sebagai persoalan terpisah dan tidak dikaitkan dengan konflik sebelumnya.

Henri berharap kesepakatan itu menjadi dasar bagi kedua kelompok untuk kembali membangun hubungan yang harmonis.

Ia juga meminta seluruh warga menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik baru.

Kepolisian memastikan pengamanan tetap dilakukan guna menjaga situasi tetap kondusif.

Dengan tercapainya perdamaian, masyarakat Bumiwonorejo diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan tertib.

No More Posts Available.

No more pages to load.