“Ya, buat keluarga,” kata Rahmat Erwin Abdullah kepada awak media di Bandara Soekarno-Hatta, Benten, Kamis.
Rahmat bersama rekan-rekannya di tim angkat besi maupun tim lain dari cabang atletik, esports, dan bulu tangkis telah menyelesaikan perjuangan di Asian Games dan kembali ke tanah air disambut Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir beserta jajarannya.
Lifter berusia 25 tahun itu merupakan salah satu penyumbang medali emas bagi Kontingen Indonesia, yang hingga Rabu (30/9) telah mengoleksi empat emas dari pesta multi cabang olahraga terbesar Asia.
Rahmat menjadi yang terbaik di nomor 75kg putra dengan total angkatan 366 kilogram. Ia mencatatkan 160 kilogram pada angkatan snatch dan 206 kilogram pada clean and jerk. Catatan tersebut juga mengantar Rahmat memecahkan rekor dunia untuk total angkatan dan clean and jerk kelas 75 kg.
Terkait rekor dunia yang berhasil dipecahkan, Rahmat menegaskan pencapaian tersebut bukan fokus utamanya dalam pertandingan.
“Fokus ke emas sebenarnya. Kalau rekor, bonus,” katanya.
Lebih lanjut, Rahmat mengaku bersyukur berhasil mengatasi persaingan ketat dengan lawan-lawan tangguh dari negara lain untuk mengamankan medali emas bagi Kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah (saya bisa meraih emas),” ujarnya.
Selain emas Rahmat, angkat besi Indonesia juga menyumbangkan medali perunggu melalui Luluk Diana Tri Wijayana di nomor 49 kilogram putri dengan total angkatan 191 kilogram. (ant)





