Breaking News
Live Update Berita Terkini

Penumpang Grab Bike di Jakarta Diduga Didorong Pengemudi hingga Terjatuh, Korban Alami Luka Serius

Rabu, 19 Nov 2025
Oleh: Eky
Korban menunjukkan luka di telapak tangan. (dok. Ist)
Dengarkan dgn suara Siap
9.7K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) — Seorang wanita berinisial MNA, warga Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami tindakan kekerasan dari pengemudi ojek online Grab Bike pada Selasa siang (18/11/25).

Korban diduga diturunkan paksa dan didorong dari motor hingga terjatuh di Jalan Roa Malaka Utara, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Akibat insiden tersebut, MNA mengalami luka di hampir seluruh tubuh dan harus mendapatkan perawatan medis di RS Atmajaya, Pluit, Jakarta Utara.

Berdasarkan informasi yang diterima, pengemudi yang diduga sebagai pelaku diketahui berisial DAZ menggunakan sepeda motor Honda Vario 160.

Dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp, MNA mengungkapkan bahwa ia memesan Grab Bike dari Gate 1 Jakarta Kota Station menuju kantornya di kawasan Waduk Pluit. Namun, di tengah perjalanan, pengemudi tersebut tiba-tiba memaksanya turun.

“Dia memaksa saya turun tanpa alasan yang jelas. Setelah saya turun dan mencoba mencari driver lain, dia malah mendorong saya hingga terhempas ke aspal,” ujar MNA.

Setelah mendorong korban, terduga pelaku bahkan sempat merekam video sambil marah-marah sebelum kemudian kabur meninggalkan MNA dalam kondisi luka-luka.

“Tangan dan kaki saya luka. Paha saya memar karena didorong sangat keras,” jelasnya.

MNA mengaku trauma dan takut menggunakan layanan ojek online dalam waktu dekat. Ia menduga perilaku tersebut bisa jadi bukan kejadian pertama dari pengemudi yang temperamental itu.

Korban juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons perusahaan Grab. “Saya sudah melapor, tapi hanya mendapat permintaan maaf melalui telepon dan email. Mereka menawarkan bantuan asuransi, tapi prosedurnya menurut saya cukup rumit,” tuturnya.

Hingga kini, pihak Grab belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

MNA, yang berusia 37 tahun, kini tengah berkoordinasi dengan kuasa hukum untuk mempertimbangkan langkah hukum.

“Saya berharap tidak ada penumpang lain yang mengalami kejadian serupa. Saya juga berharap pihak Grab lebih peduli terhadap keamanan pengguna aplikasinya,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.