PB SEMMI Nilai Candaan Dasco soal “Hidup Jokowi” Tak Bermuatan Politik

Kamis, 21 Mei 2026
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) sekaligus Ketua Kornas Pemuda Timur, Sandri Rumanama. (Ist)
Dengarkan dgn suara Siap
2.9K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang meminta peserta sidang tidak meneriakkan “Hidup Jokowi” menjadi sorotan publik dan ramai dibahas di media sosial.

Namun, sejumlah pihak menilai ucapan tersebut hanya candaan dalam konteks menjaga etika forum dan tidak perlu ditarik ke ranah konflik politik.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) sekaligus Ketua Kornas Pemuda Timur, Sandri Rumanama, mengatakan candaan Dasco kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani, tidak memiliki muatan politik seperti yang ditafsirkan sebagian pihak.

Menurut Sandri, pernyataan tersebut justru menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia saat ini adalah Prabowo Subianto, sehingga akan terkesan lucu dan menimbulkan multitafsir jika ada pihak yang meneriakkan “Hidup Jokowi” dalam forum resmi.

“Video ‘jangan teriak hidup Jokowi’ adalah candaan Pak Sufmi Dasco Ahmad ke Mbak Puan yang bermakna bahwa presiden saat ini Pak Prabowo, jadi lucu jika asal teriak hidup Jokowi,” kata Sandri dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

Ia menilai suasana sidang saat itu juga menunjukkan bahwa ucapan tersebut diterima sebagai candaan biasa. Hal itu terlihat dari respons peserta sidang dan tamu undangan yang disambut tepuk tangan.

“Bayangkan saja jika ada teriakan hidup Jokowi di ruangan itu pasti menimbulkan multitafsir politik. Candaan itu disambut tepuk tangan peserta sidang, artinya secara etis masih wajar,” ujarnya.

Sandri meminta publik tidak menggiring candaan tersebut menjadi polemik politik yang dapat memperkeruh hubungan antar tokoh nasional.

“Jangan dipelintir, apalagi membenturkan kepentingan politik Prabowo, Jokowi, ataupun Ibu Mega,” katanya.

Dalam pandangannya, candaan antarelite politik merupakan hal yang lumrah dalam komunikasi politik dan sering digunakan untuk mencairkan suasana serta menjaga hubungan antarkelompok.

“Dalam teori komunikasi politik, hal-hal seperti ini bukan persoalan. Justru ini menjadi perekat antara kelompok kepentingan,” tegasnya.

Sebelumnya, potongan video pernyataan Dasco beredar luas di media sosial dan memunculkan berbagai tafsir politik di tengah dinamika hubungan elite nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.