SIGI (kabarpublik.id) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 22 Sigi, Sulawesi Tengah, pada Senin (20/4/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan fasilitas pembelajaran, termasuk laptop, digunakan secara optimal oleh siswa.
“Seluruh perangkat pembelajaran sudah tersedia dan mulai dimanfaatkan, termasuk laptop dan perlengkapan lainnya,” ujar Gus Ipul yang didampingi Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae.
Dalam kunjungan tersebut, Mensos disambut penampilan tari tradisional oleh siswa. Ia kemudian melihat langsung proses belajar mengajar di kelas, di mana siswa tampak antusias menggunakan laptop dengan bimbingan guru.
Gus Ipul berharap penggunaan teknologi dapat meningkatkan minat belajar siswa serta mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif.
Ia juga mengapresiasi kebijakan sekolah yang membatasi penggunaan telepon genggam (HP) bagi siswa. Menurutnya, kebijakan tersebut mendorong siswa untuk lebih aktif membaca buku di taman maupun perpustakaan saat waktu luang.
“Saya berterima kasih kepada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi siswa dengan baik,” katanya.
Selain meninjau kegiatan belajar, Mensos mengungkapkan bahwa pemerintah tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sigi untuk mempercepat pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.
“Diharapkan tahun ini pembangunan bisa dimulai, sehingga ke depan siswa dapat belajar di fasilitas yang lebih memadai sekaligus membuka peluang penerimaan siswa baru,” jelasnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan berkualitas.
Gus Ipul menambahkan, masih banyak anak usia sekolah yang belum mendapatkan akses pendidikan atau berisiko putus sekolah. Oleh karena itu, program ini diharapkan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh pembangunan.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga didorong untuk memperhatikan kelompok masyarakat rentan atau invisible people, agar anak-anak mereka memiliki kesempatan yang sama dalam meraih masa depan yang lebih baik menuju Indonesia Emas 2045.





