Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan perkara tersebut dilimpahkan dari Polda Kalimantan Selatan kepada Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair Korpolairud) Baharkam Polri.
Menurut Johnny, pelimpahan ini bagian dari keberlanjutan proses penanganan perkara yang sejak awal dilaksanakan secara terpadu bersama pemangku kepentingan terkait.
“Polri sejak awal turut memberikan asistensi dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan, evakuasi, identifikasi korban, hingga proses penegakan hukum,” katanya.
Jenderal polisi bintang dua itu menjelaskan, Polri bersama Basarnas, TNI dan pemangku kepentingan terkait lainnya melakukan langkah-langkah mitigasi dan penanganan secara terpadu, baik mendukung operasi SAR, evakuasi dan pelayanan kepada korban maupun keluarga korban, termasuk proses penyelidikan dan penyidikan.
“Untuk proses perkaranya, saat ini telah dilimpahkan ke Mabes Polri melalui Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” ujarnya.
Dalam penanganan perkara ini, kata dia, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan telah melakukan serangkaian pemeriksaan dan pendalaman terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Pihak yang diperiksa diantaranya nakhoda, ABK yang selamat, serta pihak terkait lainnya. “Penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional dengan melibatkan dan berkoordinasi bersama stakeholder terkait, sehingga setiap fakta yang ditemukan dapat menjadi bagian dari proses penanganan perkara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya.
Johnny juga menginformasikan bahwa operasi SAR KM Virgo Transport 8 masih berlangsung melalui kerja sama tim SAR gabungan.
Hingga tanggal 28 September 2026, tim SAR gabungan telah menemukan 174 orang dari total 243 orang dalam manifes. Sebanyak 108 orang ditemukan selamat, 66 orang meninggal dunia, dan 69 orang masih dalam pencarian.
Pada proses pencarian dan penanganan korban, kata dia, Polri turut memberikan dukungan melalui unsur kapal dan udara serta Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Tim DVI, lanjut dia, bekerja bersama unsur terkait untuk melakukan identifikasi terhadap korban meninggal dengan mencocokkan data ante-mortem dari keluarga dengan data post mortem korban.
Johnny menekankan penanganan terhadap korban dan keluarga menjadi perhatian bersama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi. Polri menyampaikan empati dan belasungkawa kepada keluarga korban serta terus memberikan pelayanan dan dukungan selama proses pencarian maupun identifikasi berlangsung.
“Kami memahami bahwa keluarga membutuhkan kepastian dan informasi. Karena itu, bersama Basarnas, TNI dan seluruh stakeholder terkait, kami terus memberikan dukungan terhadap operasi SAR, evakuasi, proses identifikasi dan pelayanan kepada keluarga sesuai perkembangan di lapangan,” ucapnya.
Johnny menambahkan penanganan kemanusiaan dan proses hukum dalam Operasi SAR gabungan tersebut berjalan beriringan. Saat ini SAR gabungan masih melakukan penyisiran dan pencarian di sejumlah wilayah perairan dan pesisir yang menjadi area operasi. Sementara itu, proses hukum yang telah dilimpahkan ke Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri terus dilakukan untuk mendalami fakta dan alat bukti terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8.
“Seluruh unsur terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing dalam satu upaya penanganan terpadu. Polri akan melanjutkan proses perkara untuk memperoleh fakta hukum secara utuh dan menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Johnny. (ant)





