Kepala BNPB Tinjau Langsung Situasi dan Kondisi Pascabanjir dan Longsor di Manado

Sabtu, 28 Jan 2023
Dengarkan dgn suara Siap
6.9K pembaca

Laporan : Ifan S. Saluki
Editor : YR

SULAWESI UTARA [kabarpublik.id] – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., meninjau langsung situasi dan kondisi terkini pascabanjir dan juga longsor di Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (28/01/2023).

Kunjungan Kepala BNPB ke ‘Kota Tinutuan’ itu turut didampingi oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setiawan, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Zaherman Muabezi, Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat (DSDD) BNPB Rustian, Kapusdalops BNPB Bambang Surya Putra, Plt. Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari, Tenaga Ahli BNPB serta jajaran lainnya.

Selain itu, kunjungan tersebut juga dilakukan dalam rangka memastikan penanganan darurat bencana, berjalan dengan baik dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Pagi ini, kami dari BNPB akan menuju ke Manado untuk melihat langsung seperti apa kondisi terkini sekaligus guna memastikan penanganan darurat ini dilakukan dengan baik dan mengutamakan keselamatan masyarakat. Karena itu adalah hukum yang tertinggi,” ujar Suharyanto, dilansir dari laman http://www.bnpb.go.id.

Selain memastikan situasi dan kondisi pascabanjir, Kepala BNPB bersama rombongan juga akan menggelar Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan jajaran Forkopimda, untuk membahas percepatan penanganan darurat bencana dan antisipasi menghadapi cuaca ekstrem serta potensi bencana yang lainnya.

Usai menggelar Rapat Koordinasi, Kepala BNPB beserta rombongan dan segenap Pemerintah Daerah setempat dijadwalkan meninjau lokasi terdampak dan memberikan bantuan berupa Dana Siap Pakai (DSP) beserta bantuan lain berupa logistik dan peralatan, sesuai kebutuhan dasar warga terdampak.

Adapun bantuan DSP yang diberikan untuk Kota Manado sebesar 500 juta dan logistik senilai 250 juta. Sedangkan untuk peralatan meliputi 2.000 selimut, 1.000 matras, 1.000 terpal, 25 tenda ukuran 3×4 dan 25 tenda ukuran 4×4.

Sementara untuk Provinsi Sulawesi Utara, bantuan DSP diberikan sebesar 700 juta dan logistik senilai 300 juta. Kemudian untuk peralatan meliputi selimut 3.000 lembar, matras 3.000 buah, terpal 3.000 unit, tenda ukuran 3×4 sebanyak 50 buah dan tenda ukuran 4×4 sebanyak 50 buah.

Selain itu, BNPB juga memberikan dukungan DSP kepada Pemerintah Kabupaten Sangihe untuk operasional dan penanganan banjir sebesar 500 juta dan logistik senilai 250 juta. Sedangkan peralatan meliputi 2.000 selimut, 1.000 matras, 1.000 terpal, tenda ukuran 3×4 sebanyak 25 buah dan tenda ukutan 4×4 sebanyak 25 buah.

Sebagai informasi, Bencana banjir di Kota Manado yang terjadi pada Jumat (27/01/2023) itu dilaporkan telah merendam kurang lebih 400 rumah di 34 desa/kelurahan dan 10 kecamatan. Banjir dengan ketinggian air berkisar antara 80-300 sentimeter itu telah berdampak pada 400 KK atau 41.705 jiwa dan merenggut satu korban jiwa.

Sementara itu peristiwa tanah longsor juga telah berdampak pada 63 KK dan terbagi di beberapa titik di 25 desa/kelurahan dan 10 kecamatan. Petaka tersebut juga menelan empat korban jiwa, satu luka berat dan dua lainnya luka ringan. Begitupun rumah rusak ada sebanyak 59 unit termasuk 1 tempat ibadah.

Di samping itu, banjir dan longsor juga memaksa 1.021 jiwa mengungsi di beberapa titik. Adapun pengungsian di Kecamatan Tikala sebanyak 209 jiwa, Kecamatan Paal 2 ada 261 jiwa, Kecamatan Tuminting ada 50 jiwa, Kecamatan Singkil sebanyak 460 jiwa dan Kecamatan Wanang ada 41 jiwa.

Sebagai upaya percepatan penanganan darurat bencana banjir dan longsor, Pemerintah Kota Manado telah menetapkan status keadaan darurat dengan nomor 27/KEP/B.06/BPBD/2023 tertanggal 27 Januari 2023.

Dalam surat keputusan yang ditandatangani oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw itu telah ditetapkan periode status keadaan darurat sejak tanggal 27 Januari 2023 hingga 2 Februari 2023. #[KP/Rls]

No More Posts Available.

No more pages to load.