Laporan : Yadi
Editor : YR
MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia atau ANRI, Imam Gunarto menuturkan, pengusulan jalur rempah ini sudah dimulai sejak tahun 2000-an.
“Kita bekerjasama dengan Kemendikbud dan beberapa Kementerian Lembaga lainnya untuk mempersiapkan arsip-arsip jalur rempah,” ucap Imam usai mengikuti rapat koordinasi daerah pembinaan SDM kearsipan se – Provinsi Maluku Utara di Hotel Sahid Bella, Rabu (09/11/2022).

Ia menyebutkan, mulai dari Pulau Run, di Maluku Tengah, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, hingga ke Malaka di sepanjang poros maritim. Sekarang situs-situs-nya sudah dikumpulkan Kementerian Pendidikan dalam hal writes atau menulis.
“Kita punya arsip sejak zaman VOC. Untuk masa Portugis kita sedang komunikasi dengan pihak Portugis. Mudah – mudahan nanti ketemu arsip-nya tentang jalur rempah untuk mengajukan di 2023 kepada komite Most UNESCO,” ungkapnya.
Disentil Maluku Utara, Imam mengatakn, Maluku Utara sebagai bagian dari jalur rempah itu. Jadi nanti kalau ketemu ada arsip-arsip yng mungkin masih disimpan di masyarakat akan di hunting.
“Jadi nanti kita daftar arsip-Nya, kemudian kita Digitalisasi, lalu kita kirim ke UNESCO untuk dilihat. Memenuhi syarat tidak untuk menjadi memori dunia,” kata Kepala Arsip Nasional lagi.
“Kita tidak boleh kalah dalam mengumpulkan atau mengelola dokumen – dokumen bersejarah itu, karena itu kebanggaan kita,” tambahnya. #[KP]







